Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Belum Ditemukan Kasus Super Flu di Jateng, Warga Diminta Tetap Jaga Imunitas

Haryanto Mega
08/1/2026 11:29
Belum Ditemukan Kasus Super Flu di Jateng, Warga Diminta Tetap Jaga Imunitas
Ilustrasi(Antara)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang menyikapi kabar merebaknya penyakit yang dikenal sebagai super flu. Hingga saat ini, belum ditemukan kasus super flu di Jawa Tengah.

Pemprov Jateng juga menegaskan penyakit tersebut dapat dicegah serta diobati. Hal itu disampaikan dalam program bincang radio Jateng Bicara bersama dokter spesialis paru RS Amino Gondohutomo, Prihatin Iman Nugroho, Rabu (7/1).

Gejala Super Flu

Ia menjelaskan, super flu pada dasarnya merupakan virus influenza yang telah mengalami mutasi, sehingga muncul subklausa baru yakni Influenza A H3N2 Subclade K.

“Ini sebenarnya influenza yang bermutasi. Gejalanya mirip flu biasa, seperti demam, nyeri otot, pilek, hingga rasa ngilu di badan,” ujar Nugroho.

Meski demikian, pada penderita dengan penyakit penyerta (komorbid), gejala dapat menjadi lebih berat. Selain itu, tingkat penularannya juga relatif cepat, terutama ketika daya tahan tubuh menurun. Penularan super flu, seperti influenza pada umumnya, terjadi melalui udara (airborne), terutama dari percikan lendir saat batuk atau bersin.

“Virus ini memang mudah menular. Namun sampai hari ini, belum ada data atau laporan yang menunjukkan adanya kasus super flu di Jawa Tengah,” tegasnya.

Karena sifatnya menyerupai flu biasa, masyarakat diimbau untuk terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti rutin mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, serta memakai masker saat sedang sakit.

Menurut Nugroho, dengan sistem imun yang kuat, super flu tidak bersifat fatal dan dapat dicegah maupun diatasi dengan relatif mudah.

“Tidak selalu harus dengan obat-obatan. Jika daya tahan tubuh baik, tubuh mampu mengeliminasi virus yang masuk,” jelasnya.

Terkait kesiapan layanan kesehatan, Nugroho memastikan bahwa rumah sakit dan tenaga medis di Jawa Tengah telah siap, sesuai arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Pengalaman penanganan pandemi covid-19 menjadi modal penting dalam menghadapi potensi wabah penyakit.

“Pengalaman itu menjadi kekuatan kita untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu virus ini merebak. Namun sekali lagi, masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkasnya. (HT/E-4) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya