Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait antisipasi penyebaran virus super flu.
Pemkot Bengkulu, Provinsi Bengkulu, melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait antisipasi penyebaran virus super flu selama Januari 2026.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu, Nelli Hartati di Bengkulu, mengatakan, Pemkot akan mengambil langkah proaktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat guna mencegah terjadinya lonjakan kasus super flu di Kota Bengkulu di masa mendatang.
"Meskipun kasus super flu di Kota Bengkulu belum ditemukan tapi Pemkot berupaya untuk mengantisipasi virus tersebut," katanya.
Untuk itu lanjut dia, masyarakat harus memahami perbedaan mendasar agar tidak terjadi kepanikan, namun tetap meningkatkan kewaspadaan.
Penyakit super flu secara klinis memiliki karakteristik yang berbeda dari virus influenza musiman biasa, karena memiliki tingkat keparahan yang tinggi.
Secara gejala memang mirip dengan flu pada umumnya, namun pada kasus Superflu, tingkat keparahannya jauh lebih tinggi.
"Pasien biasanya akan mengalami demam tinggi yang persisten, nyeri otot yang sangat hebat, hingga kelelahan ekstrem yang membuat aktivitas lumpuh total," imbuhnya.
Untuk durasi sakit bagi penderita super flu, kata dia, dilaporkan jauh lebih panjang.
Jika flu biasa umumnya mereda dalam tiga hingga lima hari tapi super flu dapat bertahan lebih lama dan berisiko menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani dengan medis yang tepat.
Selain itu, Dinkes juga meminta seluruh jajaran tenaga kesehatan di Kota Bengkulu, mulai dari puskesmas dan lainnya, agar mulai siaga serta melakukan imbauan kepada masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Berikut upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk menghindari penyebaran virus super flu yaitu menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar rumah ataupun saat merasa kurang sehat.
Rutin mencuci tangan menggunakan sabun ataupun hand sanitizer, melakukan vaksinasi influenza untuk kelompok rentan seperti lansia, balita dan lainnya, serta mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala demam tinggi lebih dari dua hari yang disertai nyeri otot hebat. (H-2)
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menyebut virus influenza (H3N2) subclade K atau yang biasa disebut super flu ditemukan menyebar di wilayah Jawa Barat (Jabar).
Pengurus Ikatan Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) sekaligus Ketua PDITT dr. Iqbal Mochtar, meminta masyarakat tidak panik dengan penyakit ini, apalagi dengan istilah super flu.
Masyarakat kembali diingatkan untuk selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan masing-masing untuk mencegah kasus super flu.
Meski dinilai tidak separah virus covid-19, namun influenza A (H3N2) subclade K atau yang disebut super flu tetap harus dihindari terutama pada kelompok rentan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved