Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI dinilai tidak separah virus covid-19, namun influenza A (H3N2) subclade K atau yang disebut super flu tetap harus dihindari terutama pada kelompok tertentu yang bisa memperaparah kondisi tubuh.
Epidemiolog sekaligus peneliti Global Health Security, dr. Dicky Budiman mengatakan super flu akan sangat terlihat dan mengganggu pada kelompok berisiko tinggi seperti lansia di atas 65-80 tahun, orang dengan komorbid, diabetes, hipertensi, jantung, orang dengan gangguan imunitas dan anak di bawah 2 tahun.
"Itu bisa parah, angka kematiannya bisa jauh lebih tinggi dibanding kelompok usia lain atau kelompok lainnya," kata Dicky saat dihubungi, Minggu (14/1).
Pada kelompok rentan super flu akan menimbulkan batuk yang lebih lama, lebih banyak dahak, dan menelan akan terasa lebih nyeri.
Kemudian perawatannya bagi orang yang berisiko tinggi terkena super flu bisa lebih lama yakni 7-14 hari. Sehingga bisa disebut sebagai super flu.
"Pada kelompok-kelompok rentan maksudnya lansia, komorbid, ibu hamil atau anak, dan bayi itu lebih banyak. menyebabkan harus dirawat di rumah sakit lebih lama," ujar dia.
Selain itu, Dicky juga menyoroti masih kurangnya edukasi mengenai peran imunisasi influenza di masyarakat. Sehingga super flu bisa cepat terpapar atau tersirkulasi di masyarakat.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, serta mendapatkan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta. Vaksin influenza tetap efektif dalam mencegah sakit berat, rawat inap, dan kematian. (H-2)
Pemkot Bengkulu, Provinsi Bengkulu, melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait antisipasi penyebaran virus super flu selama Januari 2026.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Bali mengonfirmasi penemuan dua kasus super flu, atau influenza A (H3N2) subclade K, yang terjadi pada pasien di Denpasar.
MESKI belum ditemukan adanya kasus super flu di wilayah Temanggung, Jawa Tengah, namun Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran super flu.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi 62 kasus Influenza A H3N2 varian K atau yang dikenal sebagai Super Flu telah terdeteksi di Indonesia hingga pertengahan Januari 2026.
SATU orang pasien berusia lanjut dengan gejala influenza A H3N2 subclade K atau super flu meninggal di RSHS Bandung yang diketahui memiliki komorbid.
Boston mengalami lonjakan 126% dalam kasus super flu yang terkonfirmasi pada pekan terakhir yang dilaporkan hingga 27 Desember.
Virus tersebut dikenal dengan nama Influenza D Virus (IDV) dan selama ini banyak ditemukan pada sapi.
Virus ini resisten terhadap beberapa obat flu umum lainnya. Aktivitas polimerase D/HY11 yang tinggi diduga berkaitan dengan efisiensi penularannya antarmamalia.
Virus influenza, termasuk strain H1N1, dapat tetap menular dalam susu mentah yang disimpan dalam suhu pendinginan selama lima hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved