Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kemenkes Catat 62 Kasus Super Flu di Indonesia, Jawa Timur Paling Banyak

Lina Herlina
13/1/2026 15:05
Kemenkes Catat 62 Kasus Super Flu di Indonesia, Jawa Timur Paling Banyak
Ilustrasi(Dok Freepik)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi 62 kasus Influenza A H3N2 varian K atau yang dikenal sebagai Super Flu telah terdeteksi di Indonesia hingga pertengahan Januari 2026. 

Menurut Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octamianus, menyebutkan Jawa Timur menjadi wilayah dengan penularan tertinggi, yakni 35 kasus

Meski demikian, Wamenkes menegaskan masyarakat tidak perlu panik berlebihan. Ia mengklasifikasikan penyakit ini sebagai flu musiman dengan puncak penularan biasanya terjadi pada Agustus dan September. Tren kasus juga dilaporkan telah menurun sejak Desember 2025. 

"Ini hanya flu biasa, namun sedikit lebih infeksius, tapi bukan seperti covid," jelasnya. 

Ia menambahkan, meski lebih mudah menular, Super Flu tidak menunjukkan tingkat keparahan yang ekstrem seperti COVID-19 berdasarkan penilaian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Di level rumah sakit rujukan, kewaspadaan justru ditingkatkan. Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, misalnya, telah merawat 10 pasien Super Flu di awal Januari 2026 dengan rentang usia beragam, mulai dari dua bayi, anak-anak, hingga lansia.

"Penanganan dilakukan di fasilitas isolasi khusus yang telah disiapkan, serupa dengan protokol selama pandemi covid-19," ujar Kepala Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-emerging RSHS, dr. Yovita Hartantri. 

Sementara itu, sejumlah daerah yang belum melaporkan kasus aktif telah bergerak melakukan antisipasi. Di Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Evi Mustikasari Arifin, menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Kemenkes dan Balai Besar Karantina Kesehatan.

"Sulsel sampai saat ini belum ada kasus super flu. Kami melakukan penguatan sistem surveilans dengan Dinkes kabupaten/kota dan rumah sakit, serta kampanye promotif tentang gejala dan pencegahannya," jelas Evi.

Pencegahan yang dianjurkan tetap mengedepankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan, menghindari menyentuh wajah, menjaga jarak di keramaian, menggunakan masker saat sakit, dan meningkatkan imunitas dengan pola makan sehat. (LN/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik