Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Awal tahun 2026 diwarnai dengan kepanikan baru di media sosial terkait istilah super flu. Narasi yang beredar menyebutkan bahwa virus ini adalah varian baru yang jauh lebih mematikan dibandingkan covid-19, menyebabkan rumah sakit penuh, dan memiliki gejala yang tak kunjung sembuh. Namun, seberapa besar kebenaran di balik klaim menakutkan ini?
Apa Itu Sebenarnya "Super Flu"?
Pertama-tama, penting untuk dipahami bahwa Super Flu bukanlah istilah medis resmi. Ini adalah bahasa populer yang digunakan oleh media dan masyarakat awam untuk menggambarkan lonjakan kasus influenza dengan gejala yang terasa lebih berat dari biasanya.
Secara medis, virus yang sedang menjadi perbincangan di tahun 2026 ini adalah Influenza A subtipe H3N2, khususnya varian subclade K. Varian ini:
Hoaks: "Super Flu adalah virus baru yang lebih mematikan daripada covid-19."
Fakta: Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, telah menegaskan bahwa tingkat fatalitas (kematian) virus ini jauh lebih rendah dibandingkan covid-19. Ini adalah flu musiman. Risiko kematian memang ada, tetapi umumnya hanya pada kelompok rentan (lansia dan komorbid), sama seperti flu pada umumnya.
Banyak pasien mengeluhkan sakit yang "luar biasa" dibandingkan flu biasa. Ada penjelasan ilmiah di balik fenomena ini, yang sering disebut sebagai "Immunity Debt" atau utang imunitas pasca-pandemi, serta karakteristik virus itu sendiri.
| Gejala Flu Biasa | Gejala "Super Flu" (H3N2 Subclade K) |
|---|---|
| Demam ringan hingga sedang (37-38°C). | Demam tinggi mendadak (bisa mencapai 39-40°C). |
| Batuk ringan. | Hacky Cough: Batuk kering yang keras, menyakitkan, dan bertahan berminggu-minggu (long-lasting). |
| Pegal-pegal ringan. | Nyeri otot (myalgia) yang hebat hingga sulit bangun dari tempat tidur. |
| Sembuh dalam 3-5 hari. | Masa pemulihan lebih lama, rasa lelah (fatigue) bisa bertahan hingga 2 minggu. |
Hingga laporan terakhir di awal Januari 2026, Kementerian Kesehatan RI mencatat sekitar 62 kasus terkonfirmasi melalui Whole Genome Sequencing (WGS). Kasus-kasus ini tersebar di beberapa provinsi, termasuk Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Angka ini menunjukkan bahwa virus memang ada, namun belum dalam tahap yang mengkhawatirkan seperti gelombang pandemi. Mayoritas pasien sembuh dengan istirahat dan pengobatan simtomatik.
Meskipun bukan virus mematikan, terinfeksi H3N2 varian ini tentu sangat tidak nyaman dan dapat mengganggu produktivitas. Berikut adalah protokol kesehatan yang disarankan:
Istilah Super Flu mungkin terdengar menyeramkan, tetapi itu hanyalah sensasi bahasa. Faktanya, kita sedang berhadapan dengan musim flu yang lebih "galak" dari biasanya, bukan ancaman kepunahan massal.
Masyarakat diimbau untuk memverifikasi informasi melalui kanal resmi seperti Kementerian Kesehatan atau WHO, dan tidak mudah menyebarkan pesan berantai yang belum teruji kebenarannya. Jaga imunitas, tetap higienis, dan sikapi musim flu ini dengan rasionalitas. (E-4)
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Masyarakat perlu dijelaskan bahwa virus influenza yang saat ini banyak ditemukan di berbagai negara tidak selalu lebih berat, tetapi memang lebih mudah menular.
Dinkes Batam belum menerima laporan adanya kasus influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal masyarakat sebagai super flu.
Pemkot Bengkulu, Provinsi Bengkulu, melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait antisipasi penyebaran virus super flu selama Januari 2026.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Bali mengonfirmasi penemuan dua kasus super flu, atau influenza A (H3N2) subclade K, yang terjadi pada pasien di Denpasar.
MESKI belum ditemukan adanya kasus super flu di wilayah Temanggung, Jawa Tengah, namun Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran super flu.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Bali mengonfirmasi penemuan dua kasus super flu, atau influenza A (H3N2) subclade K, yang terjadi pada pasien di Denpasar.
MESKI belum ditemukan adanya kasus super flu di wilayah Temanggung, Jawa Tengah, namun Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran super flu.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi 62 kasus Influenza A H3N2 varian K atau yang dikenal sebagai Super Flu telah terdeteksi di Indonesia hingga pertengahan Januari 2026.
SATU orang pasien berusia lanjut dengan gejala influenza A H3N2 subclade K atau super flu meninggal di RSHS Bandung yang diketahui memiliki komorbid.
SELAMA 2025, Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung merawat 10 pasien super flu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved