Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pariwisata (Kemenpar) kembali menegaskan pentingnya penerapan protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan (CHSE) di tempat wisata. Hal ini sebagai upaya pencegahan penyebaran influenza A (H3N2) subclade K yang dikenal sebagai super flu.
"Sebagai langkah antisipatif, protokol CHSE memang perlu untuk selalu dijalankan," kata Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Krisis Fadjar Hutomo dikonfirmasi di Denpasar, Bali, Rabu (7/1).
Ia menyampaikan bahwa menjelang periode libur panjang Natal dan Tahun Baru 2026, Kemenpar telah mengedarkan surat kepada pemerintah daerah, pengelola destinasi wisata, serta pelaku usaha pariwisata. Surat tersebut bertujuan mengingatkan kembali pentingnya konsistensi penerapan protokol CHSE di seluruh sektor pariwisata.
Untuk memastikan destinasi dan usaha pariwisata benar-benar menjalankan standar CHSE, pelaku usaha dapat menunjukkan kepatuhan melalui kepemilikan dokumen sertifikasi resmi. Salah satu bentuknya adalah sertifikasi CHSE yang mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 9042:2021.
Pelaku pariwisata, lanjut Fadjar, dapat memenuhi persyaratan wajib dengan mengajukan sertifikasi CHSE melalui lembaga sertifikasi profesi (LSP) yang telah ditunjuk.
Sebagai pintu masuk utama wisatawan ke Bali, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga telah meningkatkan kewaspadaan dengan memasang pemindai suhu tubuh (thermo scanner) untuk mendeteksi penumpang yang baru tiba dan berpotensi terpapar super flu.
Pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai memastikan seluruh perangkat tersebut berfungsi optimal. Total terdapat 25 unit pemindai suhu yang terpasang di sejumlah titik strategis, yang sebelumnya digunakan saat masa pandemi covid-19.
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi kemunculan super flu, namun tetap waspada dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Pemerintah pusat juga terus melakukan pemantauan melalui sistem surveilans dan pelaporan, sekaligus menyiapkan kebijakan serta langkah penanganan yang disesuaikan dengan perkembangan situasi.
Hingga akhir Desember 2025, Kemenkes mencatat terdapat 62 kasus super flu yang tersebar di delapan provinsi. Kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Bali sebagai salah satu destinasi wisata dunia mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan menjaga pola hidup sehat, meskipun hingga kini belum ditemukan kasus super flu di wilayah tersebut. (Ant/E-4)
Virus Influenza H3N2 bukan virus baru dan merupakan bagian dari influenza musiman yang beredar setiap tahun.
Pemkot Bengkulu, Provinsi Bengkulu, melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait antisipasi penyebaran virus super flu selama Januari 2026.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Bali mengonfirmasi penemuan dua kasus super flu, atau influenza A (H3N2) subclade K, yang terjadi pada pasien di Denpasar.
MESKI belum ditemukan adanya kasus super flu di wilayah Temanggung, Jawa Tengah, namun Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran super flu.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi 62 kasus Influenza A H3N2 varian K atau yang dikenal sebagai Super Flu telah terdeteksi di Indonesia hingga pertengahan Januari 2026.
SATU orang pasien berusia lanjut dengan gejala influenza A H3N2 subclade K atau super flu meninggal di RSHS Bandung yang diketahui memiliki komorbid.
Bosan dengan Bali? Temukan 7 destinasi WFA terbaik di Indonesia tahun 2026. Panduan lengkap infrastruktur internet, biaya hidup, dan komunitas digital nomad.
Tim turut memeriksa berbagai fasilitas pendukung pelayanan penumpang, mulai dari ruang tunggu, area peron, fasilitas klinik, hingga kebersihan dan kelayakan toilet
Pemantauan lapangan ini merupakan tindak lanjut arahan langsung Menteri Pariwisata untuk memantau secara langsung penyelenggaraan pelayanan wisata selama periode libur Nataru,
Pemantauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung dinamika kunjungan wisatawan, pengelolaan destinasi, serta kesiapan layanan
Fokus pemantauan meliputi aspek keamanan, kebersihan, kelancaran lalu lintas, hingga ketersediaan fasilitas pendukung wisata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved