Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pantau Lembang Park Zoo, Kementerian Pariwisata Dorong Wisata Edukatif dan Berdampak Ekonomi

Sugeng Sumariyadi
26/12/2025 12:41
Pantau Lembang Park Zoo, Kementerian Pariwisata Dorong Wisata Edukatif dan Berdampak Ekonomi
Tim Pemantau Kementerian Pariwisata berada di Lembang Park Zoo.(ISTIMEWA)

KEMENTERIAN Pariwisata terus mengawal libur Natal dan Tahun Baru. Yang terbaru, pemantauan dilaksanakan di lokasi destinasi wisata Lembang Park Zoo, Kabupaten Bandung Barat.

Pemantauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung dinamika kunjungan wisatawan, pengelolaan destinasi, serta kesiapan layanan dan
pengamanan di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun.

Pemantauan lapangan dipimpin oleh Ketua Tim Peninjauan Nataru Kota Bandung dari Kementerian Pariwisata, Anwari Masatip.

Direktur Politeknik Pariwisata NHI Bandung itu menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung
Menteri Pariwisata untuk mengawal dan memantau secara langsung pelaksanaan pelayanan kepariwisataan selama periode libur Nataru, khususnya di destinasi wisata dengan tingkat kunjungan tinggi.

“Pemantauan ini bertujuan untuk melihat secara nyata kondisi lapangan, baik dari sisi arus kunjungan wisatawan, pengelolaan destinasi, hingga koordinasi lintas sektor agar pelayanan pariwisata selama libur Nataru dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan tertib,” tambahnya.

Selain meninjau aktivitas wisata di dalam kawasan Lembang Park Zoo, tim juga melakukan pemantauan di Pos Pengamanan dan Pelayanan Perayaan Natal dan Tahun Baru 2025 Polres Cimahi yang berlokasi di Jalan Kolonel Masturi. Pos pengamanan ini menjadi salah satu titik strategis dalam pengaturan dan pengendalian arus lalu lintas dari kawasan wisata Lembang menuju kawasan wisata di Cimahi yang mengalami peningkatan pergerakan kendaraan selama masa libur akhir tahun.


Meningkat


Perwira Pengendali Polres Cimahi, Haryono menyampaikan bahwa rata-rata puncak kepadatan kendaraan terjadi pada pukul 11.00 WIB. Pada jam tersebut, volume kendaraan mengalami peningkatan sekitar 40%, dengan dominasi kendaraan berpelat luar kota yang menuju kawasan wisata Lembang.

Meski demikian, berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi lalu lintas secara umum terpantau lancar dan tidak terjadi kemacetan berarti. Pengaturan lalu lintas oleh jajaran Kepolisian dan unsur terkait berjalan efektif sehingga arus kendaraan tetap terkendali.

Sementara itu, Marketing Communications Lembang Park Zoo, Evan Hans Christian, mengungkapkan bahwa selama masa libur Nataru terjadi kenaikan jumlah pengunjung sekitar 20% dibandingkan hari libur biasa.

Jumlah kunjungan harian berada pada kisaran 7.000 hingga 8.000
pengunjung per hari.

Untuk mendukung pengalaman berwisata yang berkualitas, Lembang Park Zoo
menghadirkan berbagai kegiatan khusus, termasuk presentasi edukasi satwa yang mengenalkan keanekaragaman fauna serta menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian flora dan fauna kepada pengunjung.

Dalam aspek pengelolaan pengunjung, Lembang Park Zoo memiliki kapasitas maksimal hingga 15.000 pengunjung dan menerapkan sistem visitor management dengan satu alur pergerakan pengunjung.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan, kenyamanan, serta kelancaran aktivitas wisata di dalam kawasan. Sekitar 300 petugas disiagakan setiap harinya, yang terdiri dari petugas
kebersihan, pemandu informasi, petugas keamanan, dan tenaga operasional lainnya.


UMKM


Dalam kesempatan tersebut, Anwari Masatip mengapresiasi kesiapan pengelola Lembang Park Zoo dalam menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Nataru.

Pengelolaan destinasi, lanjutnya, telah berjalan dengan baik, mulai dari penerapan manajemen pengunjung, kesiapsiagaan petugas, hingga penyelenggaraan kegiatan wisata edukatif yang ramah keluarga.

Dia juga mengapresiasi keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan
menengah (UMKM) lokal di kawasan Lembang Park Zoo. Sekitar 80% tenant merupakan UMKM yang melibatkan masyarakat sekitar.

Selama periode libur Nataru, omzet UMKM tercatat meningkat hingga sekitar 30% dibandingkan hari libur biasa, menunjukkan bahwa sektor
pariwisata mampu memberikan dampak ekonomi positif secara langsung bagi masyarakat lokal.

Melalui kegiatan pemantauan ini, Kementerian Pariwisata menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan pariwisata selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 agar berjalan secara aman, tertib, dan berkelanjutan. Ini sekaligus memastikan destinasi wisata tetap memberikan pengalaman berwisata yang berkualitas serta berdampak nyata bagi perekonomian daerah.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner