Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pemprov Jawa Barat akan Bantu Warga Sukabumi Terdampak Banjir dan Longsor

Sugeng Sumariyadi
09/1/2026 19:41
Pemprov Jawa Barat akan Bantu Warga Sukabumi Terdampak Banjir dan Longsor
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berjanji akan membantu warga korban bencana di Kabupaten Sukabumi.(MI/SUMARIYADI)

DESEMBER 2024, sekitar 500-an rumah di Kampung Babakan Cisarua, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, rusak karena banjir bandang dan tanah longsor.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi sudah mengajukan usulan untuk memberikan dana kompensasi sebesar Rp10 juta untuk setiap kepala keluarga. Namun, sampai saat ini, usulan itu belum ditanggapi pemerintah.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku sudah melakukan pengecekan ke Pemkab Sukabumi. Usulan yang mereka buat, ternyata diajukan ke BNPB.

"Permintaan itu tidak diajukan ke Pemprov Jawa Barat. Untuk itu, saya akan minta Bupati Sukabumi mengajukan permintaan baru yang diajukan ke pemerintah provinsi," jelasnya, Jumat (9/1).

Dedi berjanji akan menindaklanjuti permintaan itu, sehingga ada kejelasan dan penyelesaian terhadap 500 rumah yang rusak akibat banjir dan longsor.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, tegasnya, siap mengambil peran agar bantuan tidak berlarut-larut. Warga harus segera mendapatkan haknya.

Dia memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk menuntaskan persoalan bantuan bagi warga di Kampung Babakan Cisarua, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

Pada kesempatan yang sama, dia menyatakan persoalan bencana di Kabupaten Sukabumi tidak bisa dilepaskan dari kerusakan lingkungan yang terjadi secara masif. Di Sukabumi marak terjadi aktivitas penambangan, baik legal maupun ilegal, alih fungsi lahan, serta menyusutnya kawasan hijau dan hutan. Selain itu, daerah ini juga memiliki areal kebun sawit paling luas di Jawa Barat.

Di jalan raya, aktivitas kendaraan bertonase tinggi alu lalang setiap hari membuat kerusakan jalan dan meningkatkan risiko bencana.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner