Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MINAT warga Subang, Jawa Barat, bekerja ke luar negeri meningkat. Hal ini dipicu faktor ekonomi dan peluang karier yang lebih baik di luar negeri, ketimbang di dalam negeri.
Minimnya lapangan kerja dan maraknya praktek pungli terhadap para pencari kerja di Subang, membuat warga memilih untuk bekerja ke luar negeri menjadi buruh migran.
Selain itu, alasan utama warga memilih bekerja di luar negeri adalah untuk mencari penghasilan yang lebih tinggi demi meningkatkan taraf hidup keluarga.
Data yang diperoleh di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang, setiap tahunnya lebih dari 2.000 orang warga Subang memilih bekerja ke luar negeri. Pada 2025 lalu, tercatat 2.470 warga Subang yang berangkat bekerja keluar negeri. Taiwan dan Hong Kong paling banyak diminati.
"Dari ribuan PMI yang berangkat tersebut kebanyakan adalah menjadi tenaga informal seperti asisten rumah tangga. Sangat sedikit yang bekerja di sektor formal," kata Kabid Penempatan Tenaga Kerja Subang, Dedi, Rabu (7/1).
Menurut dia, sebagian kecil warganya yang menjadi PMI sebagai tenaga formal profesional. Untuk yang tenaga formal biasanya laki-laki sebagai buruh pabrik atau perawat di negara Korea, Jepang, dan Singapura.
Adapun alasan warga bekerja sebagai PMI diluar negeri umumnya berbeda beda. Namun, kebanyakan karena alasan ekonomi. Mereka merantau ke luar negeri karena ingin menaikkan taraf hidupnya di Tanah Air. Alasan terbanyak kedua adalah kondisi rumah tangga.
Dedi tidak menampik banyaknya PMI asal Kabupaten Subang, yang bermasalah. Tapi, umumnya mereka berangkat dengan jalur ilegal.
Salah seorang PMI asal Subang, Cucu Cahyati, asal Kalijati mengaku bekerja ke luar negeri sebenarnya bukan pilihan. Namun karena sulitnya lapangan kerja di Subang, membuat dirinya terpaksa bekerja ke Taiwan.
"Di Subang mau bekerja untuk cari uang, belum juga bekerja atau mau daftar kerja udah dimintai uang, kalau tidak pakai uang, tidak akan bisa kerja," katanya.
Dia mengaku akan bekerja di Taiwan sebagai asisten rumah tangga. Motivasinya ingin meningkatkan taraf hidup keluarga, demi masa depan anak-anak dan bisa punya modal usaha untuk masa depan.
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Dari 2.772 kios di pasar itu, masih tersisa 1.772 kios yang bertahan berjualan.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari kelurahan hingga RW.
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi harus bersinergi dan dimanfaatkan untuk bersama-sama mewujudkan kemakmuran masyarakat
Pendidikan karakter harus ditonjolkan, untuk membentuk budaya baik bagi generasi masa depan.
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
Pemerintah daerah selama ini terus mendorong kawasan objek wisata agar menjadi primadona bagi para pelancong, baik dari dalam maupun luar daerah.
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
PIP sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya, mulai dari tas, sepatu, seragam hingga buku pelajaran.
Petugas PT Kereta Api Indonesia sudah menawarkan untuk pengembalian bea pembelian tiket atau menukar jadwal keberangkatan
Serangan hama terjadi di lahan sawah yang berada di Kampung Pasirangin, Babakan, Pasirmalaka, Pasirkunci, dan Pasirsasaungan.
Rekayasa pola operasi tersebut dilakukan karena kondisi genangan air menyebabkan kelambatan perjalanan kereta api yang sangat tinggi
Kegiatan ini diikuti oleh 2.500 peserta yang terdiri dari prajurit TNI, Polri serta masyarakat umum
Upaya tersebut dilakukan untuk menghidupkan kembali nilai sejarah sekaligus mendorong pemanfaatan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah.
Kehadiran ratusan alumni menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan masih terjaga dengan kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved