Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Warga Subang Lebih Berminat Bekerja di Luar Negeri Ketimbang di Dalam Negeri

Reza Sunarya
07/1/2026 18:37
Warga Subang Lebih Berminat Bekerja di Luar Negeri Ketimbang di Dalam Negeri
Sejumlah calon pekerja migran mengikuti pelatihan di Subang sebelum diberangkatkan ke luar negeri(MI/REZA SUNARYA)

MINAT warga Subang, Jawa Barat, bekerja ke luar negeri meningkat. Hal ini dipicu faktor ekonomi dan peluang karier yang lebih baik di luar negeri, ketimbang di dalam negeri.

Minimnya lapangan kerja dan maraknya praktek pungli terhadap para pencari kerja di Subang, membuat warga memilih untuk bekerja ke luar negeri menjadi buruh migran.

Selain itu, alasan utama warga memilih bekerja di luar negeri adalah untuk mencari penghasilan yang lebih tinggi demi meningkatkan taraf hidup keluarga.

Data yang diperoleh di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang, setiap tahunnya lebih dari 2.000 orang warga Subang memilih bekerja ke luar negeri. Pada 2025 lalu, tercatat 2.470 warga Subang yang berangkat bekerja keluar negeri. Taiwan dan Hong Kong paling banyak diminati.

"Dari ribuan PMI yang berangkat tersebut kebanyakan adalah menjadi tenaga informal seperti asisten rumah tangga. Sangat sedikit yang bekerja di sektor formal," kata Kabid Penempatan Tenaga Kerja Subang, Dedi, Rabu (7/1).

Menurut dia, sebagian kecil warganya yang menjadi PMI sebagai tenaga formal profesional. Untuk yang tenaga formal biasanya laki-laki sebagai buruh pabrik atau perawat di negara Korea, Jepang, dan Singapura.

Adapun alasan warga bekerja sebagai PMI diluar negeri umumnya berbeda beda. Namun, kebanyakan karena alasan ekonomi. Mereka merantau ke luar negeri karena ingin menaikkan taraf hidupnya di Tanah Air. Alasan terbanyak kedua adalah kondisi rumah tangga.

Dedi tidak menampik banyaknya PMI asal Kabupaten Subang, yang bermasalah. Tapi, umumnya mereka berangkat dengan jalur ilegal.

Salah seorang PMI asal Subang, Cucu Cahyati, asal Kalijati mengaku bekerja ke luar negeri sebenarnya bukan pilihan. Namun karena sulitnya lapangan kerja di Subang, membuat dirinya terpaksa bekerja ke Taiwan.

"Di Subang mau bekerja untuk cari uang, belum juga bekerja atau mau daftar kerja udah dimintai uang, kalau tidak pakai uang, tidak akan bisa kerja," katanya.

Dia mengaku akan bekerja di Taiwan sebagai asisten rumah tangga. Motivasinya ingin meningkatkan taraf hidup keluarga, demi masa depan anak-anak dan bisa punya modal usaha untuk masa depan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner