Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Perlindungan dan Kompetensi Mahasiswa Harus Dikuatkan sebelum Berkarier di Luar Negeri

Rahmatul Fajri
27/12/2025 21:28
Perlindungan dan Kompetensi Mahasiswa Harus Dikuatkan sebelum Berkarier di Luar Negeri
Rektor UTB Muchammad Naseer.(Dok. UTB)

UNIVERSITAS Teknologi Bandung (UTB) memaparkan program kolaborasi strategis bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dalam forum Musyawarah Wilayah (Muswil) APTISI Provinsi Jawa Barat 2025. Program ini menonjolkan penguatan kompetensi dan sistem perlindungan bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan kerja di luar negeri.

Dalam forum yang dihadiri pimpinan perguruan tinggi swasta se-Jawa Barat tersebut, UTB secara khusus diminta menjadi percontohan (role model) dalam praktik kerja sama penyiapan SDM internasional.

Rektor UTB Muchammad Naseer menekankan bahwa internasionalisasi mahasiswa tidak boleh hanya fokus pada pengiriman, tetapi harus dibarengi dengan sistem perlindungan yang kokoh sejak dari kampus.

“Kerja sama UTB dengan KP2MI menjadi fondasi penting agar mahasiswa dan lulusan siap berkontribusi secara profesional dan bermartabat di tingkat internasional. Perlindungan harus diberikan sebelum dan selama pelaksanaan kegiatan di luar negeri,” ujar Naseer, melalui keterangannya, Sabtu (27/12).

Sebagai tindak lanjut nyata, UTB dan KP2MI telah menyepakati pembentukan UTB Migrant Center. Pusat layanan terintegrasi ini dirancang untuk menyiapkan calon pekerja migran dan mahasiswa agar kompeten, berkarakter, serta melek regulasi internasional.

Langkah ini menyusul penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah dilakukan di Jakarta pada Senin (15/12/2025) antara Rektor UTB dengan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin.

Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan institusi pendidikan adalah kunci agar mobilitas global SDM Indonesia berlangsung secara aman.

“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pengembangan karakter dan literasi regulasi. Sinergi ini memastikan bahwa generasi muda kita memiliki daya saing global yang berkelanjutan,” tegas Mukhtarudin.

Melalui kolaborasi ini, UTB berkomitmen mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak nyata pada kebijakan nasional. Program ini diharapkan dapat meminimalisir risiko yang dihadapi mahasiswa atau lulusan saat meniti karier di luar negeri melalui jalur formal yang terlindungi.

Dengan partisipasi aktif dalam Muswil APTISI Jabar 2025, UTB menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang proaktif dalam menjawab tantangan pengiriman tenaga kerja terdidik ke pasar global secara legal dan profesional.
(H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik