Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Teknologi Bandung (UTB) memaparkan program kolaborasi strategis bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dalam forum Musyawarah Wilayah (Muswil) APTISI Provinsi Jawa Barat 2025. Program ini menonjolkan penguatan kompetensi dan sistem perlindungan bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan kerja di luar negeri.
Dalam forum yang dihadiri pimpinan perguruan tinggi swasta se-Jawa Barat tersebut, UTB secara khusus diminta menjadi percontohan (role model) dalam praktik kerja sama penyiapan SDM internasional.
Rektor UTB Muchammad Naseer menekankan bahwa internasionalisasi mahasiswa tidak boleh hanya fokus pada pengiriman, tetapi harus dibarengi dengan sistem perlindungan yang kokoh sejak dari kampus.
“Kerja sama UTB dengan KP2MI menjadi fondasi penting agar mahasiswa dan lulusan siap berkontribusi secara profesional dan bermartabat di tingkat internasional. Perlindungan harus diberikan sebelum dan selama pelaksanaan kegiatan di luar negeri,” ujar Naseer, melalui keterangannya, Sabtu (27/12).
Sebagai tindak lanjut nyata, UTB dan KP2MI telah menyepakati pembentukan UTB Migrant Center. Pusat layanan terintegrasi ini dirancang untuk menyiapkan calon pekerja migran dan mahasiswa agar kompeten, berkarakter, serta melek regulasi internasional.
Langkah ini menyusul penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah dilakukan di Jakarta pada Senin (15/12/2025) antara Rektor UTB dengan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin.
Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan institusi pendidikan adalah kunci agar mobilitas global SDM Indonesia berlangsung secara aman.
“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pengembangan karakter dan literasi regulasi. Sinergi ini memastikan bahwa generasi muda kita memiliki daya saing global yang berkelanjutan,” tegas Mukhtarudin.
Melalui kolaborasi ini, UTB berkomitmen mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak nyata pada kebijakan nasional. Program ini diharapkan dapat meminimalisir risiko yang dihadapi mahasiswa atau lulusan saat meniti karier di luar negeri melalui jalur formal yang terlindungi.
Dengan partisipasi aktif dalam Muswil APTISI Jabar 2025, UTB menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang proaktif dalam menjawab tantangan pengiriman tenaga kerja terdidik ke pasar global secara legal dan profesional.
(H-3)
Banyak pencari kerja yang menghadapi tantangan dalam hal peningkatan kompetensi, pengurusan dokumen, hingga adaptasi budaya kerja asing.
Mitigasi lewat pendekatan sosial kemasyarakatan ini bisa menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan desa menghadapi bencana.
Peserta juga diajak mengeksplorasi cara memanfaatkan kertas daur ulang sebagai media artistik seperti ilustrasi, kartu ucapan, kemasan kreatif, dan karya dekoratif.
Kunjungan akademik ini menjadi langkah strategis Universitas LIA dalam memperkuat jejaring internasional dan memberikan pengalaman global bagi sivitas akademika.
MIU kini menaungi puluhan ribu mahasiswa dari lebih 130 negara, dengan cabang di berbagai kawasan dunia.
Pengurus Pusat Himpunan Sarjana Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia (PP Hispisi) kembali menggelar rangkaian kegiatan International Conference
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved