Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kunjungan Wisatawan Selama Nataru di Bandung Barat Naik 39%

Depi Gunawan
06/1/2026 21:11
Kunjungan Wisatawan Selama Nataru di Bandung Barat Naik 39%
Wisatawan mengunjungi objek wisata di Kabupaten Bandung Barat.(MI/DEPI GUNAWAN)

KUNJUNGAN wisatawan selama momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kabupaten Bandung Barat melonjak signifikan. Berdasarkan hasil monitoring Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), sebanyak 333.018 wisatawan tercatat berkunjung ke 16 destinasi wisata selama periode 22 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

Kepala Bidang Pariwisata Bandung Barat, David Oot mengatakan, jumlah tersebut mengalami peningkatan cukup tajam dibandingkan periode libur Nataru tahun sebelumnya yang berada di angka 239.293 wisatawan.

"Ada peningkatan kunjungan wisata di Bandung Barat sebesar 93.725 wisatawan atau naik sekitar 39,2% dibandingkan libur Nataru lalu," ujarnya, Selasa (6/1).

Dia menerangkan, tren kenaikan kunjungan mulai terlihat sejak menjelang Natal dan mencapai puncaknya pada akhir Desember hingga awal Januari.

"Angka kunjungan tertinggi terjadi pada 27 Desember 2025 dan 1 Januari 2026, yang masing-masing mencatat lebih dari 30 ribu wisatawan per hari," tuturnya.

Adapun destinasi paling banyak dikunjungi di antaranya Lembang Park Zoo, Floating Market Lembang, Dusun Bambu, Wahoo Waterworld, dan The Nice Park.

Menurut David, peningkatan ini tidak terlepas dari sejumlah faktor pendukung. Salah satunya adalah perbaikan aksesibilitas dan kualitas infrastruktur jalan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

"Selain itu, pengelola destinasi juga terus meningkatkan amenitas, menghadirkan wahana dan atraksi baru yang mampu menarik minat wisatawan," ujarnya.

Selain itu, faktor lainnya adalah kolaborasi lintas sektor antara Pemprov Jawa Barat dan Pemkab Bandung Barat, termasuk penataan aktivitas pariwisata guna mendukung kenyamanan pengunjung.

David menambahkan, kesiapsiagaan pelaku usaha pariwisata dalam menghadapi potensi bencana juga menjadi perhatian utama, mengingat libur akhir tahun bertepatan dengan musim hujan.

"Kami pastikan seluruh pelaku usaha pariwisata mematuhi SOP kebencanaan dan terus mengikuti informasi cuaca dari BMKG, demi menjaga keselamatan dan kenyamanan wisatawan," jelasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner