Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Produksi Sampah di Kota Bandung Diperkirakan Naik 30% Selama Nataru

Naviandri
28/12/2025 19:22
Produksi Sampah di Kota Bandung Diperkirakan Naik 30% Selama Nataru
Tempat Pembuangan Akhir Sampah Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat.(MI/NAVIANDRI)

PEMERINTAH Kota Bandung dan Dinas Lingkungan Hidup memperkirakan volume sampah meningkat selama libur Natal dan tahun Baru 2025/2026. Konidisi ini membuat DLH  mesti memutar otak untuk melakukan penanganan agar sampah tidak sampai menumpuk.

Biasanya volume sampah mencapai 1.500 ton per hari, namun pada libur Nataru diprediksi meningkat, mengingat sejumlah titik-titik mulai dari tempat wisata dan tempat kuliner di Kota Bandung, diserbu wisatawan dari berbagai daerah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Darto menyatakan, pada momentum Nataru biasanya terjadi peningkatan volume sampah di Kota Bandung. Tahun ini kenaikan sampah diperkirakan mencapai sekitar 30%.

"Kalau di Tahun Baru nanti, volume sampah diperkirakan bisa mencapai 1.800 ton per hari. Karena itu, pengolahan sampah juga kita tingkatkan,” terangnya.

Menurut dia, untuk saat ini pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti masih relatif aman. Sementara pengolahan sampah sudah mencapai 325 ton per hari. Sisanya dibuang ke TPA sesuai kouta yang ditentukan.

DLH memastikan akan mengupayakan sejumlah titik di Kota Bandung, terutama di sekitar destinasi wisata terbebas dari sampah saat Nataru ini agar tidak mengganggu kenyamanan wisatawan. “Kami berusaha agar warga dan wisatawan nyaman selama berlibur di Kota Bandung,” tuturnya.

Sebelumnya, Pemkot Bandung bakal menyiapkan anggaran tambahan sebesar Rp90 miliar untuk mengahadapi krisis sampah yang berpotensi terjadi pada Januari 2026 mendatang. Krisis itu terjadi karena volume sampah di beberapa titik diprediksi meningkat dua kali lipat setelah Nataru.

Pemkot Bandung tengah menunggu persetujuan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi untuk melakukan pergeseran anggaran.

“Tanpa persetujuan tambahan anggaran tersebut, maka Kota Bandung berpotensi mengalami krisis sampah mulai pertengahan Januari 2026. Pada 12 Januari kita mulai menghadapi krisis sampah. Kalau dibiarkan, April bisa menjadi bencana sampah,” ungkap Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Dia menambahkan, Pemkot Bandung hanya memiliki waktu sekitar 10 hari hingga dua minggu untuk memastikan langkah-langkah penanganan dilakukan secara bertahap dan terukur. Pemkot Bandung berharap Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyetujui menambah anggaran untuk mengatasi permasalahan sampah di Kota Bandung.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner