Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Harga Kebutuhan Naik, Pedagang Pasar Cimahi Keluhkan Daya Beli Turun Jelang Nataru

Depi Gunawan
23/12/2025 18:57
Harga Kebutuhan Naik, Pedagang Pasar Cimahi Keluhkan Daya Beli Turun Jelang Nataru
Wali Kota Cimahi Ngatiyana berdialog dengan pedagang saat mengunjungi Pasar Antri.(MI/DEPI GUNAWAN)

PERAYAAN Natal dan Tahun Baru (Nataru) tidak berdampak signifikan terhadap peningkatan penjualan bahan kebutuhan pokok di Pasar Antri, Kota Cimahi.

Para pedagang justru mengeluhkan penurunan omzet akibat sepinya pembeli. Mereka menilai, tingginya harga sejumlah kebutuhan pokok menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi daya beli masyarakat.

Keluhan tersebut disampaikan langsung pedagang kepada Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, saat melakukan pengecekan stok dan harga kebutuhan pokok di Pasar Antri, Selasa (23/12).

Salah seorang pedagang daging ayam, Aep, mengaku omzet penjualannya menurun dibandingkan hari biasa. Ia menduga kondisi tersebut dipengaruhi maraknya pedagang daging ayam di pinggir jalan yang menyebabkan harga di pasar terus naik.

"Saya biasanya bisa menghabiskan sekitar satu kuintal daging ayam per hari. Sekarang paling hanya setengahnya," ujarnya.

Selain itu, dia nenyebutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut berpengaruh terhadap harga daging ayam di pasar tradisional. Saat ini, harga daging ayam mencapai Rp40 ribu per kilogram, padahal sebelumnya berkisar Rp32 ribu per kilogram.

Keluhan serupa disampaikan Deni, pedagang sayuran. Ia mengatakan, penjualan sayuran juga mengalami penurunan.

Menurut dia, program MBG belum memberikan dampak positif bagi pedagang pasar tradisional karena pengelola dapur lebih sering berbelanja langsung ke pasar induk.

"Dampak MBG belum terasa bagi kami di pasar," ujarnya.

Menjelang Nataru, Deni mencatat sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga, seperti bawang putih yang naik dari Rp28 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram, serta cabai rawit hijau dari Rp40 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogram.

Sementara itu, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga, di antaranya bawang merah dari Rp40 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram, tomat dari Rp10 ribu menjadi Rp7 ribu per kilogram, serta cabai rawit merah dari Rp70 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.

"Biasanya, kenaikan harga bahan pokok dipicu oleh berkurangnya pasokan dari daerah penghasil," jelas Deni.

Sementara itu, Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyatakan penurunan daya beli masyarakat terjadi akibat kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan. Namun, harga beras masih relatif stabil dan belum mengalami kenaikan.

Dia menginstruksikan kepada dinas terkait untuk menjaga pasokan bahan pangan agar harga tetap terkendali.

"Kami pastikan ketersediaan komoditas pangan menjelang libur panjang akhir tahun ini masih sangat mencukupi," tandasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner