Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KERIUHAN pembagian rapor di SMK Negeri 1 Cimahi, Senin (22/12), mendadak diselimuti pemandangan yang tak lazim. Di tengah antrean para orangtua siswa, tampak dua sosok pria berseragam biru tua khas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cimahi duduk dengan sabar. Kehadiran mereka bukan karena ada kobaran api di sekolah, melainkan untuk sebuah misi 'penyelamatan' yang berbeda: mengambil rapor.
Lengkap dengan seragam dinasnya, kedua petugas ini layaknya orangtua sungguhan. Mereka menunggu giliran dipanggil wali kelas, mendengarkan catatan akademik, dan menerima buku hasil belajar siswa dengan takzim.
Salah satu siswi yang berada di balik skenario unik ini adalah Roro Delfina Widiantoro, siswi kelas XI jurusan Sistem Informasi Jaringan dan Aplikasi (SIJA). Ia mengaku sempat kebingungan saat mengetahui orangtuanya tidak bisa hadir di hari penting tersebut.
"Orangtua berhalangan hadir karena ada kesibukan. Minta tolong saudara juga tidak bisa," kenang Roro.
Inspirasi dari Media Sosial
Keputusan Roro menghubungi petugas pemadam kebakaran tidak datang begitu saja. Ia terinspirasi dari konten media sosial yang memperlihatkan aksi heroik personel Damkar dalam membantu urusan sipil yang sering kali tak terduga, termasuk pengambilan rapor.
Setelah berdiskusi dengan seorang rekan sekelas yang mengalami kendala serupa, Roro memberanikan diri mencari kontak Damkar Cimahi melalui akun Instagram resminya.
"Kami cari nomor damkar dan kirim pesan ke Instagram. Akhirnya dibalas," tuturnya dengan nada lega. Keberanian tersebut berujung manis; dua personel diutus langsung ke sekolah untuk memenuhi permohonan mereka.
Menariknya, pilihan Roro jatuh pada Damkar setelah sempat mempertimbangkan opsi lain. "Kami sempat kepikiran minta tolong ojek online, tapi akhirnya memilih damkar karena responsnya cepat," ucapnya seraya tersenyum.
Bukan Sekadar Memadamkan Api
Bagi Ghufron, salah satu anggota Damkar Cimahi yang bertugas hari itu, misi mengambil rapor ini bukanlah hal yang benar-benar baru bagi institusinya. Hal ini mempertegas bahwa tugas personel pemadam kebakaran kini telah meluas ke ranah rescue dan bantuan sosial masyarakat lainnya.
"Kalau tidak salah, sudah ada sekitar lima siswa yang pernah menghubungi kami untuk membantu mengambilkan rapor," ungkap Ghufron. Mulai dari pelajar SMP hingga tingkat menengah atas, mereka tak segan meminta bantuan kepada "si jago merah".
Meski begitu, Ghufron menegaskan bahwa pihaknya tidak memberikan bantuan secara sembarangan. Ada prosedur ketat yang harus dilewati untuk memastikan permohonan tersebut valid dan diketahui oleh wali murid yang bersangkutan.
"Kami menghubungi orang tuanya terlebih dahulu untuk memastikan alasan ketidakhadiran. Jika semuanya jelas dan aman, baru kami bantu," jelas Ghufron.
Hari itu, Damkar Cimahi kembali membuktikan bahwa keberadaan mereka di tengah masyarakat tak hanya soal mematikan api, tapi juga menyalakan harapan bagi siswa yang sedang kesulitan. (DG/P-2)
Mendukbangga Wihaji mengeluarkan surat edaran (SE) memperkuat peran ayah mengambil rapor di sekolah. Sebab, menurutnya sekita 25% anak di Indonesia tumbuh tanpa ayah atau fatherless
KEJAKSAAN memeriksa Kepala SMPN 19 Kota Depok dalam dugaan kasus penyalagunaan wewenang manipulasi nilai rapor puluhan siswa agar masuk SMA-SMK Negeri Tahun Ajaran 2024-2025.
Seorang operator Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMPN 19 Kota Depok, yang berinisial GR, saat ini sedang diperiksa oleh Kejaksaan Negeri Kota Depok.
KEJAKSAAN Negeri atau Kejari Kota Depok mengagendakan pemanggilan 53 saksi kasus korupsi jual beli nilai rapor siswa SMPN Kota Depok, Jawa Barat (Jabar), Tahun Ajaran 2024-2025.
KASUS manipulasi nilai rapor yang dilakukan aparatur sipil negara atau ASN Kota Depok berlanjut ke kasus tindak pidana. Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Depok
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar konvoi kendaraan demi menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan pada malam pergantian tahun.
Pemprov Jawa Barat menetapkan upah minimum kota (UMK) Cimahi tahun 2026 naik sebesar Rp226.875 atau 5,87 persen dari Rp3.863.692 menjadi Rp4.090.567,99.
Untuk upah minimum sektoral (UMS) melenceng dari yang direkomendasikan
Para pedagang justru mengeluhkan penurunan omzet akibat sepinya pembeli.
Demonstrasi militer dan parade serta pameran alat utama sistem senjata (alutsista) tersebut digelar dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Juang TNI AD.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved