Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ketika Personel Damkar Menjelma Jadi Orangtua Siswa

Depi Gunawan
22/12/2025 17:33
Ketika Personel Damkar Menjelma Jadi Orangtua Siswa
Anggota Damkar Kota Cimahi mengambilkan rapot salah satu siswa SMK .(MI/Depi Gunawan-HO)

KERIUHAN pembagian rapor di SMK Negeri 1 Cimahi, Senin (22/12), mendadak diselimuti pemandangan yang tak lazim. Di tengah antrean para orangtua siswa, tampak dua sosok pria berseragam biru tua khas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cimahi duduk dengan sabar. Kehadiran mereka bukan karena ada kobaran api di sekolah, melainkan untuk sebuah misi 'penyelamatan' yang berbeda: mengambil rapor.

Lengkap dengan seragam dinasnya, kedua petugas ini layaknya orangtua sungguhan. Mereka menunggu giliran dipanggil wali kelas, mendengarkan catatan akademik, dan menerima buku hasil belajar siswa dengan takzim.

Salah satu siswi yang berada di balik skenario unik ini adalah Roro Delfina Widiantoro, siswi kelas XI jurusan Sistem Informasi Jaringan dan Aplikasi (SIJA). Ia mengaku sempat kebingungan saat mengetahui orangtuanya tidak bisa hadir di hari penting tersebut.

"Orangtua berhalangan hadir karena ada kesibukan. Minta tolong saudara juga tidak bisa," kenang Roro.

Inspirasi dari Media Sosial
Keputusan Roro menghubungi petugas pemadam kebakaran tidak datang begitu saja. Ia terinspirasi dari konten media sosial yang memperlihatkan aksi heroik personel Damkar dalam membantu urusan sipil yang sering kali tak terduga, termasuk pengambilan rapor.

Setelah berdiskusi dengan seorang rekan sekelas yang mengalami kendala serupa, Roro memberanikan diri mencari kontak Damkar Cimahi melalui akun Instagram resminya.

"Kami cari nomor damkar dan kirim pesan ke Instagram. Akhirnya dibalas," tuturnya dengan nada lega. Keberanian tersebut berujung manis; dua personel diutus langsung ke sekolah untuk memenuhi permohonan mereka.

Menariknya, pilihan Roro jatuh pada Damkar setelah sempat mempertimbangkan opsi lain. "Kami sempat kepikiran minta tolong ojek online, tapi akhirnya memilih damkar karena responsnya cepat," ucapnya seraya tersenyum.

Bukan Sekadar Memadamkan Api
Bagi Ghufron, salah satu anggota Damkar Cimahi yang bertugas hari itu, misi mengambil rapor ini bukanlah hal yang benar-benar baru bagi institusinya. Hal ini mempertegas bahwa tugas personel pemadam kebakaran kini telah meluas ke ranah rescue dan bantuan sosial masyarakat lainnya.

"Kalau tidak salah, sudah ada sekitar lima siswa yang pernah menghubungi kami untuk membantu mengambilkan rapor," ungkap Ghufron. Mulai dari pelajar SMP hingga tingkat menengah atas, mereka tak segan meminta bantuan kepada "si jago merah".

Meski begitu, Ghufron menegaskan bahwa pihaknya tidak memberikan bantuan secara sembarangan. Ada prosedur ketat yang harus dilewati untuk memastikan permohonan tersebut valid dan diketahui oleh wali murid yang bersangkutan.

"Kami menghubungi orang tuanya terlebih dahulu untuk memastikan alasan ketidakhadiran. Jika semuanya jelas dan aman, baru kami bantu," jelas Ghufron.

Hari itu, Damkar Cimahi kembali membuktikan bahwa keberadaan mereka di tengah masyarakat tak hanya soal mematikan api, tapi juga menyalakan harapan bagi siswa yang sedang kesulitan. (DG/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik