Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Puluhan Pelajar TK Hingga SMP di Cimahi Diduga Keracunan MBG

Depi Gunawan
26/2/2026 16:30
Puluhan Pelajar TK Hingga SMP di Cimahi Diduga Keracunan MBG
Suasana RSUD Cibabat Cimahi saat para korban mendapat penanganan akibat keracunan MBG.(MI/DEPI GUNAWAN)

PULUHAN pelajar tingkat SD hingga SMP di Kota Cimahi harus mendapatkan perawatan medis karena mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berdasarkan keterangan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, para pelajar mulai merasakan gejala mual dan pusing setelah menyantap menu MBG yang dibagikan pada Rabu (25/2).

Para korban mulai dirujuk ke beberapa rumah sakit sejak sore hingga malam. Hingga Rabu, pukul 22.00 WIB, tercatat sebanyak 24 orang, termasuk guru, harus menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Cimahi.

"Korban yang dirawat di antaranya 20 orang di RSUD Cibabat, 3 orang di Rumah Sakit Mitra Kasih, dan 1 orang di Rumah Sakit Dustira," kata Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira di RSUD Cibabat.

Para korban berasal dari sejumlah sekolah penerima MBG, di antaranya TK PGRI, TK Kartika, SDN Cimahi Mandiri 4, SDN Karangmekar 5, dan SMPN 6 Cimahi.

Meski jumlah korban belum bertambah, Pemkot Cimahi telah mendirikan posko penanganan di RSUD Cibabat guna mengantisipasi kemungkinan lonjakan pasien.

"Kami bersepakat membuka posko di RSUD Cibabat. Apabila terjadi penumpukan pasien, akan kami distribusikan ke rumah sakit lain. Namun Alhamdulillah sejauh ini masih tertangani. Pasien ada yang masuk dan ada juga yang sudah diperbolehkan pulang," ujarnya.

Adhitia menjelaskan, paket MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan dibagikan ke sekolah pada Rabu pagi. Untuk mencegah bertambahnya korban, pihaknya menginstruksikan agar paket yang belum dikonsumsi tidak dimakan saat berbuka puasa.

Menu MBG yang diterima pelajar antara lain onigiri atau nasi kepal, telur rebus, apel, kurma, serta susu murni. Waktu konsumsi pun berbeda-beda, mulai dari pukul 11.00 WIB, 15.00 WIB, hingga sekitar pukul 17.00 WIB.

"Setelah menerima informasi adanya dugaan keracunan, kami langsung menginstruksikan pihak sekolah agar tidak ada lagi yang mengonsumsi paket tersebut," ucapnya.


Bau gosong


Sementara itu, salah seorang korban, Erika Tika Sari, guru SDN Karangmekar Mandiri 1, mengaku mengalami pusing, mual, dan muntah setelah mengonsumsi MBG. Ia menyantap menu tersebut pada siang hari karena berhalangan berpuasa.

"Sepulang sekolah saya coba makan onigiri, tapi rasanya aneh, seperti ada bau gosong," tuturnya.

Tak lama kemudian, ia mulai merasakan mual dan muntah disertai pusing setelah bangun tidur. Awalnya ia mengira hanya masuk angin. Namun setelah menerima informasi melalui WhatsApp bahwa banyak yang mengalami gejala serupa, ia langsung menuju instalasi gawat darurat.

"Saya langsung dibawa ke IGD RSUD Cibabat. Sekarang sudah agak membaik setelah diinfus," bebernya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner