Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Politeknik Pariwisata NHI Bandung Komitmen Lestarikan Budaya, Gelar Enhaii Ngaraga Budaya

Sugeng Sumariyadi
14/12/2025 22:20
Politeknik Pariwisata NHI Bandung Komitmen Lestarikan Budaya, Gelar Enhaii Ngaraga Budaya
Politeknik Pariwisata NHI Bandung berkomitmen melestarikan budaya, khususnya wayang.(istimewa)


SEBAGAI wujud komitmen dalam pelestarian dan pengembangan budaya bangsa, Politeknik Pariwisata NHI Bandung menyelenggarakan ENHAII Ngaraga Budaya: Gelar Semarak Wayang Nusantara – Menuju Wayang Dunia. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan institusi
pendidikan vokasi pariwisata dalam menjaga eksistensi seni tradisi Indonesia agar tetap relevan dan dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan ini diselenggarakan pada Jumat, 12 Desember 2025, bertempat di lingkungan Politeknik Pariwisata NHI Bandung, dan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 22.00 WIB. 

Acara secara resmi dibuka oleh Andar Danova L. Goeltom, Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Aparatur dan Pendidikan Vokasi di Kementerian Pariwisata, yang hadir mewakili Menteri Pariwisata Republik
Indonesia. 

Andar mengapresiasi inisiatif Poltekpar NHI Bandung yang secara konsisten menghadirkan ruang edukasi dan apresiasi budaya melalui pendekatan kolaboratif dan partisipatif.

Penyelenggaraan ENHAII Ngaraga Budaya tahun ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Wayang, sebagai momentum untuk merayakan dan melestarikan wayang sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO sejak tahun 2003. 

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik, menumbuhkan kecintaan generasi muda, serta mendorong pengembangan seni wayang di tengah masyarakat yang terus mengalami dinamika zaman.

"ENHAII Ngaraga Budaya tidak hanya dimaknai sebagai ajang pertunjukan seni, tetapi juga sebagai media pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa dan masyarakat," papar Direktur Politeknik Pariwisata NHI Bandung, Anwari Masatip. 

Kegiatan ini, lanjut dia, diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai apresiasi budaya, kreativitas, serta tanggung jawab generasi muda dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya bangsa. 

Menurut dia, Poltekpar NHI Bandung berkomitmen menjadikan kampus sebagai ruang terbuka bagi dialog budaya dan inovasi berbasis kearifan lokal yang mendukung pengembangan pariwisata budaya berkelanjutan.


Proses kreatif


Rangkaian kegiatan ENHAII Ngaraga Budaya dikemas secara komprehensif dan edukatif, menghadirkan berbagai program yang tidak hanya menampilkan seni pertunjukan, tetapi juga proses kreatif serta nilai filosofis di balik tradisi pewayangan. 

Kegiatan diawali dengan pameran wayang dan topeng yang menampilkan beragam bentuk, karakter, serta ragam gaya wayang Nusantara, termasuk
Wayang Ajen, sebuah bentuk pengembangan seni wayang golek khas Jawa Barat yang menghadirkan pendekatan inovatif tanpa melepaskan akar tradisinya.

Wayang Ajen lahir sebagai respons atas dinamika zaman, dengan menghadirkan konsep pementasan yang lebih adaptif melalui pemanfaatan unsur multimedia, tata musik modern, serta pengemasan visual
yang lebih dinamis. 

Cerita-cerita yang diangkat disesuaikan dengan konteks sosial dan budaya masa kini, menjadikan wayang tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai media refleksi dan komunikasi yang relevan, khususnya bagi generasi muda.

Meski membawa pembaruan dalam penyajiannya, tokoh-tokoh Wayang Ajen tetap mempertahankan karakter boneka khas Sunda sebagai identitas utama. Perpaduan antara bentuk tradisional dan pendekatan kontemporer ini menciptakan pengalaman pertunjukan yang atraktif sekaligus edukatif.

Wayang Ajen kerap dipentaskan di berbagai ruang, mulai dari panggung seni, lingkungan pendidikan, hingga festival budaya, sebagai bagian dari upaya pengenalan dan pembelajaran seni tradisi kepada
generasi penerus.

Dalam kegiatan ini, Wayang Ajen dipentaskan oleh Dalang Wawan Ajen, yang dikenal sebagai penggagas sekaligus pelaku utama dalam pengembangan Wayang Ajen. Kehadirannya memperkaya khazanah pertunjukan dalam ENHAII Ngaraga Budaya, sekaligus menjadi contoh nyata bahwa tradisi dapat terus hidup dan berkembang ketika dibuka ruang dialog dengan inovasi.

Puncak rangkaian kegiatan turut dimeriahkan dengan pertunjukan dan parade wayang yang dipadukan dengan sendratari wayang, serta kolaborasi lima dalang dalam satu panggung. Kolaborasi ini
menampilkan kekayaan ragam gaya penceritaan, teknik pedalangan, dan ekspresi seni dari berbagai daerah di Nusantara, menjadi simbol persatuan dalam keberagaman budaya sekaligus perwujudan
dialog antara tradisi dan kreativitas kontemporer dalam menjaga keberlanjutan seni wayang.

Melalui kegiatan ENHAII Ngaraga Budaya, Politeknik Pariwisata NHI Bandung menegaskan perannya tidak hanya sebagai institusi pendidikan vokasi pariwisata, tetapi juga sebagai pusat penguatan nilai budaya, ruang dialog lintas generasi, serta wadah kolaborasi antara akademisi, praktisi seni, pelaku budaya, dan masyarakat luas.

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi inspirasi dalam upaya pelestarian budaya, sekaligus memperkuat posisi wayang sebagai identitas budaya bangsa yang berdaya saing dan berkelanjutan di
tingkat global.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner