Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Waspadai Peredaran BBM Oplosan di Subang

Reza Sunarya
10/12/2025 22:03
Waspadai Peredaran BBM Oplosan di Subang
Kapolres Subang AKB Dony Eko Wicaksono memaparkan hasil pengungkapkan praktik BBM oplosan.(MI/REZA SUNARYA)

PEMILIK kendaraan bermotor diminta berhati hati jika membeli BBM eceran di wilayah Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pasalnya, telah ditemukan peredaran BBM hasil oplosan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Peringatan itu dilontarkan Kapolres Subang Ajun Komisaris Besar Dony Eko Wicaksono. Dia mengaku telah mengungkap kasus pemalsuan BBM.

Aksi itu terlacak Satuan Reserse Kriminal Polres Subang yang menerima informasi adanya aktivitas mencurigakan terkait pengoplosan BBM di wilayah Kalijati.

Kasusnya terungkap Rabu (3/12) sekitar pukul 19.30 wib saat petugas patroli menerima laporan warga mengenai aktivitas pengoplosan di sebuah kontrakan di Kaliangsana. Aktivitas tersebut diduga untuk memasok BBM oplosan ke sejumlah jongko 2 tax di kawasan Kalijati dan Pagaden.

Dony menambahkan, saat tim tiba, pelaku sempat kabur. Namun petugas menemukan jeriken berisi bahan baku dan bbm oplosan beserta peralatan produksinya.

"Temuan ini menjadi dasar penyelidikan lanjutan. Setelah rangkaian penyelidikan, polisi menangkap AK di persembunyiannya di Kecamatan Pusakajaya pada Senin (8/12)," lanjut Dony.

Dari pemeriksaan, pelaku AK asal Indramayu diketahui masuk ke Subang sejak Agustus 2025 sebagai penjual thinner. karena sepi, ia beralih mengoplos thinner dengan Pertalite dan Pertamax sejak awal Desember 2025.

Pelaku telah menjual sedikitnya 8 jeriken BBM Oplosan (20 liter per jeriken) ke sejumlah jongko 2 tax di Kalijati dan Pagaden seharga Rp10.500 per liter. Dia mendapat keuntungan Rp1.120 per liter. kepada pembeli, ia mengaku BBM tersebut berasal dari SPBU.

"Penyidik masih mendalami lokasi-lokasi yang menerima pasokan BBM oplosan. modus AK tergolong berbahaya karena mencampurkan bahan kimia non-bbm. untuk menghasilkan satu jeriken 20 liter, divampur 8 liter thinner yang mengandung metanol, butanol, dan toluena, 3 liter pertalite, dan 5 liter pertamax. Lalu mengaduk dan mendiamkannya sebelum dijual sebagai pertalite," papar Dony

Polisi menyita 41 jeriken berisi 5 liter bahan baku, 14 jeriken berisi BBM oplosan, 24 jeriken kosong, 2 gelas ukur, dan 1 mesin pompa Airlux berikut selangnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner