Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Musim Hujan, Wisatawan ke Cirebon Diminta Perhatikan Kondisi Cuaca

Nurul Hidayah    
09/12/2025 20:32
Musim Hujan, Wisatawan ke Cirebon Diminta Perhatikan Kondisi Cuaca
Alun-alun Cirebon salah satu objek wisata di Cirebon(MI/NURUL HIDAYAH)

WISATAWAN  diminta untuk memperhatikan kondisi cuaca sebelum memutuskan untuk berlibur di sejumlah lokasi wisata di Kabupaten Cirebon.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda, menjelaskan bahwa pada libur Natal dan Tahun Baru 2026 bertepatan dengan musim hujan.

“Berdasarkan informasi yang kami dapat dari BMKG, curah hujan masih sangat tinggi pada Desember ini hingga Februari tahun depan,” tuturnya, Selasa (9/12).

Dia menambahkan, pada libur Nataru tahun ini diperkirakan juga akan terjadi lonjakan mobilitas masyarakat, baik yang mudik maupun yang berkunjung ke lokasi wisata. Untuk wisatawan diminta memperhatikan kondisi cuaca sebelum memutuskan untuk berlibur.

“Sesuaikan waktu berlibur dengan kondisi cuaca dan lokasi yang akan dipilih,” lanjutnya.

Di musim penghujan ini, papar Syamsul, Kabupaten Cirebon sangat rentan diterjang bencana. “Kami sudah mengeluarkan status Siaga Bencana Hidrometeorologi melalui SK yang ditandatangani Bupati Cirebon."

Ancaman bencana hidrometeorologi yang biasa terjadi di Kabupaten Cirebon meliputi cuaca ekstrem, angin kencang, banjir, hingga tanah longsor.

Dari 40 kecamatan di Kabupaten Cirebon sebanyak 31 kecamatan telah dipetakan rawan bencana banjir. Tersebar di 136 desa dan kelurahan.

“Kondisi paling rawan itu Kecamatan Waled, dua desa di sama yakni Desa Mekarsari dan Gunungsari, setiap tahun menjadi langganan banjir karena tumpukan sedimen dan penyempitan aliran Sungai Ciberes,” kata Syamsul.

Sementara itu, 30 kecamatan lain yang termasuk rawan banjir yakni, Kecamatan Susukan, Gegesik, Ciwaringin, Arjawinangun, Panguragan, Klangenan, Palimanan, Depok, Jamblang, Pangenan, Sumber, Gunung Jati, Suranenggala, Kapetakan, Plumbon, Plered, dan Kedawung. Selain itu Kecamatan Asjab, Mundu, Pangenan, Karangsembung, Gebang, Losari, Pabedilan, Ciledug, Waled, Pasalemen, Karangwareng, Lemahabang, Tengah Tani dan Kecamatan Kaliwedi.

Dari 40 kecamatan hanya 9 kecamatan yang bebas banjir.

Sementara untuk Kecamatan Dukupuntang, Greged, Beber, Sedong dan Susukan Lebak, Syamsul menyebut, potensi bencana yang mengintai adalah tanah longsor.

“Potensi-potensi bencana inilah yang harus diwaspadai masyarakat saat Nataru, karena memang sering terjadi setiap tahun,” jelas Syamsul.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner