Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

957 Kejadian Bencana, Pemkot Tasikmalaya Tetapkan Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi

Kristiadi
08/12/2025 19:28
957 Kejadian Bencana, Pemkot Tasikmalaya Tetapkan Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi
Petugas Pemadam Kebakaran Kota Tasikmalaya mengikuti Apel Kesiapsiagaan bencana(MI/KRISTIADI)

PEMERINTAH Kota Tasikmalaya menggelar apel kesiapsiagaan bencana di halaman bale kota. Apel diikuti petugas gabungan, TNI, Polri, BPBD, Dishub, Satpol PP, dan Tagana.

Pemkot Tasikmalaya menetapkan status siaga darurat bencana guna mengurangi dampak berbagai kejadian. Mereka mewaspadai bencana longsor, banjir, dan pohon tumbang.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan, apel gabungan kesiapsiagaan bencana dilakukan sebagai langkah mengantisipasi kejadian bencana. Pasalnya, hujan deras dapat menyebabkan longsor, banjir, dan pohon tumbang.

Apel antisipasi ini untuk memastikan peralatan siap menghadapi kejadian.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terdapat potensi terjadi cuaca ekstrem selama November 2025 hingga April 2026.

"Potensi bencana hidrometeorologi dapat menimbulkan banjir, longsor, dan pohon tumbang. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya tercatat 957 kejadian bencana, mayoritas pohon tumbang dan banjir luapan saluran drainase," kata wali kota, Senin (8/12).

Ia mengatakan, bencana tersebar di beberapa titik lokasi. Kesiapsiagaan harus dilakukan dalam menghadapi potensi bencana sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam memberikan rasa aman dan mengurangi risiko bencana pada masyarakat.

"Apel kesiapsiagaan yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran, gotong royong seluruh pihak untuk menghadapi potensi bencana. Ini  sekaligus mengukur kekuatan dalam menghadapi bencana sekaligus mengerahkan semua potensi yang dimiliki daerah. Kami berharap agar semua dapat membangun kebersaman antara Pemkot,  TNI, Polri, dunia usaha, relawan, dan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi potensi bencana," ujar Viman.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Hanapi mengatakan, pemerintah daerah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi karena musim hujan masih terjadi.

Untuk menghadapi bencana terdapat tiga hal penting yang harus dilakukan, mulai dari komunikasi, informasi dan edukasi pada masyarakat.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner