Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kemenko PM Dorong Transformasi SMK jadi Inkubator Pencetak Talenta Global

Bayu Anggoro
03/12/2025 12:50
Kemenko PM Dorong Transformasi SMK jadi Inkubator Pencetak Talenta Global
Kemenko Pemberdayaan Masyarakat menggelar Workshop Kepala SMK untuk Program SMK Go Global(MI/BAYU ANGGORO)

KEMENTERIAN Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) mendorong transformasi sekolah menengah kejuruan (SMK) menjadi inkubator yang dapat mencetak satu juta talenta global.

Langkah tersebut diwujudkan melalui sejumlah upaya, salah satunya melalui rangkaian Roadshow Workshop Kepala Sekolah SMK Go Global di tiga kota strategis di Indonesia.

Roadshow diselenggarakan di Bandung, Makassar, dan Semarang, pada 1, 3, dan 4 Desember 2025.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menjelaskan, transformasi SMK penting untuk memastikan lulusannya dapat memiliki standar kompetensi global, baik secara kapasitas (skill), maupun bahasa.

"Persaingan antar negara tidak hanya dalam perdagangan, tapi juga pasar kerja. SMK Go Global memastikan lulusan SMK kita mampu menaklukkan pasar kerja global," ungkapnya, Rabu (3/12).

Dia berkomitmen meningkatkan kualitas lulus SMK. Di antaranya memperbaiki sistem vokasi nasional dari hulu ke hilir melalui usulan pembuatan Badan Vokasi Nasional.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, menjelaskan, transformasi SMK saat ini menjadi hal penting yang perlu didorong melalui kolaborasi lintas sektor, seiring tingginya angka lulusan sekolah kejuruan yang belum mendapatkan pekerjaan. Oleh karena itu, roadshow ini merupakan langkah konkret Kemenko PM dalam menghadapi tantangan nasional yakni 1,63 juta lulusan SMK yang belum mendapatkan pekerjaan.

"Sebagai penyelenggara negara, tugas kami bukan sekadar membuka akses pasar, tetapi memastikan supply dan demand bertemu pada standar kualitas yang sama. Kami berharap melalui transformasi SMK bisa mencetak 1 juta talenta global terampil," ujarnya.


Tiga pilar utama transformasi


Dia menegaskan bahwa inisiatif ini sangat krusial. Workshop ini sengaja digelar guna mengidentifikasi dan memetakan tantangan riil di tingkat sekolah. Selain itu, workshop ini juga sekaligus merumuskan langkah prioritas dalam revitalisasi satuan pendidikan.

Leon menjelaskan, workshop dirancang untuk memberikan gambaran strategis yang komprehensif kepada para kepala sekolah, yang berfokus pada tiga pilar utama transformasi.

Pertama, peluang pasar global. Melalui workshop, para kepala sekolah diharapkan mendapatkan pemahaman bahwa terbuka peluang besar bagi lulusan SMK untuk mengisi tingginya permintaan pekerja migran Indonesia terampil (Specified Skilled Worker/SSW) di pasar global, terutama Jepang.

"Tujuan kami jelas, memastikan lulusan SMK dapat menjadi kontributor utama dalam pencapaian target nasional 1 juta PMI terampil," tambahnya.

Kedua, kualitas dan standardisasi suplai. Kualitas kompetensi lulusan harus memenuhi standar global yang diharapkan oleh sisi demand.

"Kami berupaya meningkatkan pemahaman kepala sekolah terkait standar dan kompetensi global. Kepala sekolah didorong merumuskan langkah prioritas revitalisasi kurikulum, yang mencakup pelatihan teknis berbasis industri, penguatan bahasa asing, sertifikasi internasional, dan pembekalan soft-skill," tandasnya.

Terakhir, pelindungan dan keamanan menjadi aspek yang prioritas dan mutlak.

Leon menekankan bahwa negara menjamin proses penempatan harus aman, legal, dan bermartabat. "Workshop ini memberikan pemahaman yang komprehensif untuk mencegah siswa menjadi korban penempatan non-prosedural, penipuan online, dan risiko TPPO (tindak pidana perdagangan orang)."

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner