Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Jawa Barat Tetapkan Moratorium Penebangan Hutan

Sugeng Sumariyadi
02/12/2025 16:18
Jawa Barat Tetapkan Moratorium Penebangan Hutan
Ilustrasi(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi meluncurkan aturan terkait moratorium yang melarang penebangan areal hutan yang berpotensi menyebabkan terjadinya musibah. 

"Besok moratoriumnya saya tanda tangani dan luncurkan. Ini penting karena kita belajari dari bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat," ungkapnya, Selasa (2/12). 

Menurut dia, menanam pohon itu penting, namun jauh lebih penting ialah merawat dan melindunginya. Mananam 1.000 pohon belum tentu bisa tumbuh dan bertahan 100 pohon. 

"Penebangan seribu pohon sudah jelas membuat kita kehilangan banyak manfaat bagi lingkungan," jelasnya. 

Dia mengajak semua pihak menyadari bahwa kita tinggal di bumi, sehingga bumi harus dirawat dan dijaga, bukan dirusak. 

Dedi mengungkapkan di Jabar, kondisi hutannya tergolong memprihatinkan. Sebanyak 80% kawasan hutan dalam kondisi rusak, dan hanya 20% yang masih baik.

Untuk itu, dia berkomitmen secara bertahap akan melakukan penanaman dan merawat pohon di kawasan hutan. Program akan digelar secara bertahap dan dimulai pada Desember. 

"Masyarakat akan dilibatkan. Tidak hanya menanam, tapi juga merawat pohon hingga hidup. Pemprov Jabar akan menyediakan upah Rp50 ribu per hari untuk yang terlibat dalam penanaman dan pemeliharaan kawawan hutan ini," tandasnya. 

Di sisi lain, terkait bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar, Dedi mendoakan para korban bisa melewati musibah ini. Dia mengajak warga Jawa Barat untuk bersimpati dan membantu penderitaan korban. 

Untuk para pengambil kebijakan yang telah keliru membuat keputusan, sehingga bencana terjadi, dia meminta mereka menyadari, bertobat dan tidk akan mengulanginya. 

"Mereka harus terbuka mengakui kesalahan yang telah dilakukan. Bencana ini menjadi pembelajaran penting bagi sejarah kehidupan berbangsa," tandas Dedi. (SG/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner