Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

BPBD Petakan Wilayah Rawan Bencana Hidrometeorologi di Jabar

Naviandri
30/11/2025 18:57
BPBD Petakan Wilayah Rawan Bencana Hidrometeorologi di Jabar
Banjir di Bandung sering terjadi mengakibatkan terhambatnya arus lalu lintas(ISTIMEWA)

BADAN penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat telah memetakan wilayah-wilayah yang dinilai rawan terhadap bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor. Pemetaan ini didasarkan pada Kajian Risiko Bencana (RKB) yang disusun oleh BPBD.

Berdasarkan kajian tersebut, wilayah di Jabar memiliki karakteristik kerawanan bencana yang berbeda-beda.

“Seperti longsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut, pekan lalu akibat tingginya intensitas hujan. Tanah longsor menutup badan jalan sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas,” ungkap Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar, Hadi Rahmat kemarin.

Menurut dia. potensi longsor ada di wilayah Jabar bagian selatan. Selain itu juga banjir bandang.

Untuk Jabar wilayah utara, lebih banyak banjir karena banyak dataran rendah. Sementara di kawasan seperti Bogor dan Bandung memiliki potensi bencana banjir dan longsor.

“BPBD Jabar terus memantau kondisi cuaca secara real-time dan berkoordinasi erat dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terutama setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar menetapkan status siaga darurat. Penetapan status ini bertujuan untuk memastikan semua sumber daya, baik personel maupun peralatan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, berada dalam kondisi siaga penuh,” terangnya.

Hadi menambahkan, menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026, ia menyampaikan sejumlah imbauan penting kepada masyarakat Jabar agar selalu waspada dan melakukan langkah mitigasi yang tepat. Warga diminta selalu memantau kondisi cuaca melalui kanal-kanal, baik media sosial Info BMKG atau melalui kanal BPBD Jabar. Ini penting supaya mengetahui perkembangan secara real time.

“Selain itu, bagi warga yang tinggal di bantaran sungai, diimbau untuk selalu awas pada lingkungan sekitar. Lakukan pengecekan tanggul-tanggul, segera koordinasi bilamana terjadi hujan dengan durasi lebih dari satu jam, agar melakukan evakuasi ke tempat yang aman. Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan, BPBD juga mengimbau Masyarakat untuk mengenali tanda-tanda awal longsor,” jelasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner