Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Pembalakan Liar Terjadi di Kebun Teh di Pangalengan, Lahan Rusak Mencapai 150 Hektare

Sugeng Sumariyadi
30/11/2025 14:21
Pembalakan Liar Terjadi di Kebun Teh di Pangalengan, Lahan Rusak Mencapai 150 Hektare
Bupati Bandung Dadang Supriatna memegang pohon teh yang dibabat orang tidak dikenal di Pangalengan(MI/Sugeng Sumariyadi)

PENEBANGAN liar terjadi di perkebunan teh di wilayah Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Sejak 2024 hingga saat ini, luas total kerusakan akibat aksi itu telah mencapai 150 hektare. 

Penebangan liar oleh orang tidak dikenal kembali terjadi pada akhir November. Penebangan di wilayah PT Perkebunan Nusantara I Regional 2 Malabar itu terjadi di 3 blok, yakni Bojongwaru, Cipicung 1 dan Cipicung 2. Total luas kerusakan mencapai 14 hektare. 

Penebangan diduga dilatarbelakangi keinginan untuk melakukan alih fungsi lahan. Lahan kebun teh akan diubah menjadi lahan kebun sayuran. 

Kapolresta Bandung Komisaris Besar Aldi Subartono mengaku tengah mengusut kejadian ini. 

Untuk kasus awal pengusutan sudah dilakukan sampai pada tahap penyidikan. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan. 

"Kami masih mengejar otak pelaku, donatur dan yang mendanai penebangan ini," paparnya.

Sementara untuk penebangan terbaru, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari hasil penyelidikan sudah didapat sejumlah nama pelaku penebangan. 

"Kami akan tetap mengajar aktor di belakang aksi ini semua. Penebangan kebun teh ini harus dihentikan, karena bahayanya bisa menimbulkan bencana alam yang merugikan banyak warga," tandas Aldi. 

Bupati Bandung Dadang Supriatna mendukung langkah Polresta Bandung mengusut kasus ini. 

"Pengalengan memiliki potensi wisata dan kekayaan alam yang sangat luar biasa sehingga tidak boleh dirusak. Seluruh pihak harus menjaga lingkungan demi keselamatan warga," tegasnya.

Dia menyebutkan, penebangan kebun teh telah menyebabkan banjir bandang di Pangalengan, pada 25 November lalu

"Pemerintah kabupaten bersama Gubernur Jabar, PTPN I Regional 2 Malabar berkomitmen akan melakukan penanaman kembali di lahan yang sudah dirusak," tambah Dadang. 

Sementara itu, saat menemui para buruh pemetik teh, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berkomitmen mengembalikan kebun teh yang dirusak. 

"Sudah ada 140 hektare kebun teh yang dijarah dan dijadikan kebun sayuran. Mulai Desember, kawasan itu akan dikembalikan menjadi kebun teh," paparnya. 

Dia menjanjikan pada petani yang ikut menanam kembali pohon teh dengan upah Rp50 ribu, lebih tinggi dari upah yang biasa diterima petani sebesar Rp35 ribu. Upah akan diberikan selama 4 tahun masa penanaman hingga teh bisa dipetik. 

"Saya tidak ikut soal kepemilikan lahan. Fokus saya ialah mengembalikan fungsi lahan itu menjadi kebun teh, sehingga bisa mencegah terjadinya bencana," tandasnya. (SG/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner