Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Rela Tinggalkan Gaji Setara PNS di Hotel, Samsudin Pilih jadi Guru di Lembang

Depi Gunawan
25/11/2025 20:09
Rela Tinggalkan Gaji Setara PNS di Hotel, Samsudin Pilih jadi Guru di Lembang
Samsudin, guru SMP Putra Siliwangi di Lembang, Kabupaten Bandung Barat(MI/DEPI GUNAWAN)

SAMSUDIN, guru SMP Putra Siliwangi di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, tidak kenal kata menyerah. Di usia yang hampir menginjak 60 tahun, semangatnya untuk mendidik calon generasi penerus tidak pernah pudar.

Sebelum menjadi guru, ia mengawali kariernya dengan bekerja di sebuah hotel di Lembang pada 1999. Di sana ia menjalani sistem kerja shift pagi, siang, hingga sore.

Pada 2004, Samsudin memiliki profesi ganda, menjadi guru dari pagi hingga siang dan bekerja di hotel pada shift sore, meski saat itu sekolah belum memiliki gedung sendiri dan masih menumpang di sebuah sekolah dasar.

Penghasilannya pada masa awal menjadi guru sangatlah kecil. Bahkan pada 2004–2005, sebelum adanya bantuan BOS, gajinya hanya sekitar Rp15.000 per tiga bulan.

Samsudin mengaku, ia tetap bertahan menjadi guru dengan alasan pengabdian. Baginya menjadi guru bukan soal gaji, melainkan soal panggilan hati.

"Mengajar adalah kebahagiaan bagi saya, seolah-olah terasa kembali muda ketika berada di tengah-tengah para siswa," ungkapnya saat ditemui seusai mengajar, Selasa (25/11).

 

Keluar dari hotel

 

Di masa awal pengabdiannya, ketika gaji hanya puluhan ribu rupiah, pengeluaran rumah tangga bisa mencapai satu juta per bulan. Kondisi itu membuatnya harus bekerja di hotel hingga akhirnya fokus total menjadi guru pada 2008.

Seiring masa kontraknya habis pada 2008, Samsudin tidak meneruskan pekerjaannya di hotel, padahal gaji yang diperolehnya bisa setara PNS. Ia lebih memilih konsen mengabdi sebagai guru.

"Pada 2004, saya bersama beberapa rekan guru mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG), kesempatan untuk mengikuti proses inpassing atau penyetaraan status dengan PNS. Alhamdulillah lulus," bebernya.

Sebagai guru inpassing, ia menerima tunjangan berkala setiap tiga bulan. Dahulu jumlahnya sekitar Rp10 juta, namun kini ada potongan karena adanya kebijakan baru.

Ia memilih bertahan sebagai guru inpassing dan tidak mengikuti seleksi P3K seperti guru lainnya karena harus keluar dari sekolah jika lulus P3K. Ia merasa sekolah membutuhkan tenaga pengajar tetap yang mau bertahan.

"Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, saya tidak hanya mengandalkan gaji sekolah. Istri juga bantu dengan buka warung dekat sekolah," ujarnya.

Seiring waktu, SMP Putra Siliwangi akhirnya memiliki gedung sekolah sendiri yang terletak di Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

"Saat ini, di sekolah ada sekitar 10 guru, dua di antaranya berstatus inpassing, saya dan kepala sekolah. Guru-guru lainnya adalah lulusan PPG baru yang menggantikan senior yang pindah atau lolos P3K," kata Samsudin yang mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Pada momen Hari Guru, Samsudin merasakan banyak perubahan prilaku siswa dari zaman ke zaman. Aturan sekarang yang semakin ketat kadang membuat guru serbasalah. Guru tidak boleh menegur keras, tidak boleh memarahi, dan harus sangat berhati-hati.

"Dampaknya, sebagian siswa menjadi kurang menghargai guru, bahkan sering tidak memperhatikan saat pelajaran. Banyak juga siswa yang sibuk dengan telepon genggam," tambahnya.

Kini di usia 59 tahun, ia tinggal satu tahun lagi menuju masa pensiun. Meski demikian, ia masih bisa tetap mengajar sebagai guru honorer apabila sekolah membutuhkan.

"Mengajar bukan hanya pekerjaan, tapi bagian dari pengabdian saya kepada masyarakat khususnya di sekitar lingkungan rumah," tandasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner