Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Renovasi Gapura Gedung Sate Megah Secara Visual, Tapi Hampa Manfaat

Naviandri
24/11/2025 19:33
Renovasi Gapura Gedung Sate Megah Secara Visual, Tapi Hampa Manfaat
Perubahan gapura di enam pintu masuk Gedung Sate menelan anggaran Rp3,9 miliar.(MI/SUMARIYADI)

RENOVASI gerbang masuk menuju Gedung Sate pusat pemerintahan Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) yang bergaya Candi Bentar masih menjadi perbincangan. Apalagi proyek yang menelan biaya hingga Rp3,9 miliar, dilakukan di tengah efesiensi.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Kristian Widya Wicaksono menilai, bahwa gerbang miniatur Candi Bentar mengandung paradoks, yakni megah secara visual tetapi hampa manfaat bagi masyarakat yang kini tengah bergulat dengan kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Proyek pilar gerbang yang saat ini berada dalam tahap pembangunan itu mencerminkan ketimpangan fatal dalam politik anggaran antara prioritas pemerintah dengan kebutuhan riil warga.

“Memang diakui secara fisik tampak megah, seolah menunjukkan ada pergerakan pembangunan. Tapi ketika dibenturkan dengan realitas ekonomi masyarakat Jabar saat ini, itu terasa hampa karena tidak menyentuh akar persoalan publik," terangnya.

Dia menyebut lolosnya anggaran ini dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) menandakan adanya kesepakatan formal antara pemerintah daerah dan DPRD.

Ia juga mempertanyakan urgensi memperindah pagar kantor pemerintahan di tengah kondisi daya beli dan kesejahteraan masyarakat yang sedang membutuhkan stimulus nyata.


Proyek mercusuar


“Fenomena ini adalah proyek mercusuar pembangunan yang berorientasi pada efek visual dan simbolik semata. Publik berhak menggugat transparansi alasan di balik prioritas pemugaran pagar dibandingkan program yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup manusia,” tegasnya.

Biaya pemugaran disebutkan menelan dana sebesar Rp3,9 miliar yang dialokasikan untuk gerbang dan penambahan paving blok di area lapangan parkir.

Kristian menekankan bahwa narasi efisiensi yang selama ini didengungkan pemerintah seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai pemotongan anggaran, namun juga soal ketepatan alokasi input untuk menghasilkan output yang tepat sasaran.

“Apakah Rp3,9 miliar untuk pagar dan gapura itu lebih bermakna dibanding jika dialokasikan untuk program yang berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi warga,” tanyanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemprov Jabar merenovasi pagar Gedung Sate yang menelan anggaran Rp3,9 miliar. Bagian pagar Gedung Sate kini terlihat memiliki dua pilar yang menerapkan gaya seperti candi dengan desain berundak.

Sementara itu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meminta polemik terkait perubahan desain gerbang Gedung Sate yang kini bergaya Candi Bentar tak perlu diperpanjang.

Dia mengajak harus mempercayai keahlian arsitek, bukan berpatokan pada komentar di media sosial. “Jangan ikutin netizen, tapi ikutin arsitek. Kalau ikutin netizen gak akan selesai."

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner