Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Ketika Para Blogger Menulis tentang Bandung

Media Indonesia
20/11/2025 22:39
Ketika Para Blogger Menulis tentang Bandung
Para blogger di Bandung menulis bersama buku yang bercerita tentang Bandung.(ISTIMEWA)

BANDUNG menjadi kota yang selalu dirindukan dan dikenang, hingga membuatnya menjadi magnet bagi siapa pun dalam membuat karya.

Banyak yang membuat lagu tentang kota ini seperti Mocca, The Panas Dalam (Pidi Baiq), Yura Yunita, Fiersa Besari, Nining Meida, termasuk Wieteke van Dort dengan ‘Hallo Bandoeng’ dan Ismail Marzuki dengan ‘Halo-halo Bandung’.

Tidak hanya warga asli Bandung, para pendatang yang kemudian menetap di Bandung, atau bahkan para wisatawan, juga berhak menceritakan Bandung dengan versinya masing-masing.

Begitu pula dengan Komunitas Blogger Bandung yang coba merekam Bandung dengan ciri khas mereka.

Blogger Bandung adalah wadah para blogger di Bandung. Siapa pun boleh bergabung asal berdomisili atau beraktivitas di Bandung dan sekitarnya.

Komunitas ini resmi berdiri pada 12 Juni 2014 meski logonya sudah diperkenalkan sejak 27 Oktober 2013. Sementara pengurus pertama diresmikan pada 9 Desember 2015.

Buku ini berisikan tulisan para anggotanya di blog masing-masing tentang Bandung yang mereka kenal, yang dibagi menjadi beberapa bab. Ada penamaan Bandungku, Bandung Kota Sejarah, Bandung Kota Wisata, Bandung Kota Renjana, Bandung Kota Budaya, dan Bandung Kota Kuliner.


Seribu wajah

 

Bandung memang dikenal sebagai kota seribu wajah. Pada bab Bandungku, juga terdapat tulisan Marquis Tokugawa, salah seorang ilmuwan Jepang keturunan pendiri Shogun yang pernah ke Bandung pada 1929. Sementara para blogger menulis tentang kota ini apa adanya.

Pada bab Bandung Kota Sejarah, mereka menulis tentang Stasiung Bandung, Mushala di salah satu mall, sejarah jalan Ciateul, Laswi Heritage, dan Pasar Cihapit. Lalu pada bab Bandung Kota Wisata, mereka menulis tentang jalan-jalan di kota Bandung, tentang masjid bernuansa oriental, tentang museum geologi dan peninggalan Bosscha, dan wisata di Ciwidey.

Pada bab Bandung Kota Renjana yang bernuansa romantis, ada tulisan tentang pengalaman mereka menginap di beberapa hotel terkenal di kota ini, dari yang berbintang lima sampai glamping di utara Bandung.

Tak lupa, mereka juga bercerita tentang Asia African Carnival, kampung wisata Quran, pameran-pameran di kota kembang, museum, dan sejarah Braga. Sebagai penutup di bab Bandung Kota Kuliner, mereka juga membahas leunca, es campur Pa’ Oyen, dan beberapa kulinernya.

Memang semua tulisan itu tidak mencakup keseluruhan tentang kota Bandung yang begitu kompleks dan selalu berganti wajah. Setiap tahun selalu saja ada perubahan dari segi kuliner dan tempat wisata, tetapi tidak menghilangkan sejarah yang pernah ada.


Bedah buku


Buku Bandung: Kota Sejarah-Wisata-Renjana-Budaya-Kuliner diterbitkan oleh ITB Press pada Hari Kemerdekaan Indonesia sebagai wujud cinta dan apresiasi 23 blogger terhadap kota tempat mereka berdomisili dan berkarya.

Buku setebal 136 halaman ini merupakan kompilasi tulisan personal yang sebelumnya dipublikasikan di blog masing-masing.

Pada Kamis (20/11) buku ini dibedah di House of Tjihapit sebagai rangkaian ulang tahun Komunitas Blogger Bandung yang ke-10.

Ada 4 (empat) pembicara pada diskusi kali ini, yaitu Abah Raka (Dosen Tel-U yang menulis tentang Bosscha dan sudut pandangnya sebagai orang Bandung), Nugi (Traveler yang menulis tentang dunia perkeretaapian dan Stasiun Bandung dengan sudut pandang dari orang luar Bandung), Tian (Pengurus Blogger Bandung yang menulis tentang Bus Bandros dengan sudut pandang orang Bandung), dan Bang Aswi (penulis sekaligus editor buku dari ITB Press).

Diskusi ini dipandu dan dimoderatori oleh Raja Lubis (Blogger asli Sunda yang aktif di Forum Film Bandung yang menulis tentang Hotel Horison).

Fiersa Besari, penulis dan musisi bercerita dalam lirik lagunya bahwa ia pun mengakui ada sesuatu yang menariknya kembali pada kota Bandung. Pastinya ia terpikat oleh sejuta pesona kota, tempat dia menemukan rangkuman persahabatan dan rasa cinta.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner