Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Atasi Banjir, Lembang Butuh Danau Retensi

Depi Gunawan
19/11/2025 19:19
Atasi Banjir, Lembang Butuh Danau Retensi
Warga harus melewati banjir saat melintas di wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat.(MI/DEPI GUNAWAN)

PEMERINTAH Kecamatan Lembang mengusulkan pengadaan lahan untuk pembangunan danau retensi sebagai upaya mengatasi banjir yang kerap melanda kawasan yang berada di Kabupaten Bandung Barat itu setiap kali diguyur hujan.

Usulan ini muncul karena dua danau retensi yang sebelumnya ada sejak puluhan tahun lalu dinilai sudah tidak lagi memenuhi syarat. Kawasan tersebut kini telah berubah menjadi permukiman padat dan dimanfaatkan sebagai lokasi wisata.

Hal tersebut disampaikan Camat Lembang, Bambang Eko Setyowahjudi, saat bertemu dengan tim ahli utusan Gubernur Jabar bidang Cekungan Bandung, Deny Juanda.

Pada kesempatan itu, Deny menjelaskan bahwa wilayah Lembang memang tidak didesain memiliki saluran air yang terhubung ke Kota Bandung karena berisiko menimbulkan banjir besar di wilayah bawahnya.

"Untuk penanggulangan banjir, Lembang tidak diciptakan memiliki saluran air ke Bandung. Karena kalau dialirkan ke Bandung, pasti banjir," kata Bambang, Rabu (19/11).

Dia mengatakan, danau retensi lama dapat dimanfaatkan kembali, namun syaratnya lokasi tersebut harus diambil alih oleh pemerintah provinsi. Jika dua lokasi lama tidak memungkinkan, maka langkah terakhir adalah mencari lahan baru.

"Ternyata Lembang itu dulunya punya danau retensi, tapi sekarang sudah hilang. Kami mengusulkan agar danau-danau itu dimunculkan kembali atau dihidupkan kembali," ujarnya.

Bambang menyebut dua danau yang dimaksud adalah Situ Umur, yang kini berubah menjadi lokasi wisata Floating Market, serta kawasan Situ PPI yang telah menjadi permukiman padat.

"Kami mengusulkan agar danau retensi dihidupkan kembali untuk menampung limpahan air hujan, supaya Lembang tidak terus-menerus diterjang banjir," tambahnya.

Menurut dia, pembangunan danau retensi merupakan langkah terakhir yang paling memungkinkan sebab limpasan air hujan tidak dapat dialirkan ke wilayah timur, seperti Jalan Maribaya arah Pusdik Ajen dan Sespim Polri.

“Kalau air hujan dialirkan ke arah timur, tidak mungkin. Pada hujan terakhir, tembok roboh menimpa rumah warga di Desa Kayuambon karena debit air cukup besar. Jadi tidak mungkin diarahkan ke sana. Maka harus ada danau retensi," tandasnya.

Seperti diketahui, banjir hingga setinggi lebih dari 50 sentimeter kerap menerjang Lembang pada setiap musim hujan. Bahkan kini banjir tidak hanya terjadi di sekitar Pasar Panorama, tapi meluas hingga di beberapa desa akibat perubahan tata ruang wilayah.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner