Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Produksi Padi Cianjur Berkontribusi Besar untuk Provinsi dan Nasional

Benny Bastiandy
19/11/2025 19:14
Produksi Padi Cianjur Berkontribusi Besar untuk Provinsi dan Nasional
Petani di Cianjur tengah mengolah tanah yang disiapkan untuk musim tanam.(MI/BENNY BASTIANDY)

PRODUKSI gabah kering giling (GKG) Kabupaten Cianjur tahun ini terbesar keempat di Jawa Barat. Produksinya meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Cianjur, Dandan Hendrayana, menyebutkan berdasarkan data sementara yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), produksi GKG Kabupaten Cianjur hingga pertengahan bulan ini sudah mencapai 805.248 ton. Sementara tahun lalu produksinya sebanyak 630.848 ton.

"Terjadi peningkatan atau surplus sebanyak 174.400 ton GKG atau naik sebesar 27,65% dibanding tahun lalu," paparnya, Rabu (19/11).

Dengan jumlah produksi padi atau GKG tersebut, sebut dia, Kabupaten Cianjur berada pada peringkat ke-4 daerah di Jawa Barat yang berkontribusi terhadap peningkatan produksi. Sementara urutan pertama Kabupaten Indramayu, menyusul Kabupaten Karawang dan Kabupaten Subang.

"Alhamdulillah, produksi padi di Kabupaten Cianjur tahun ini bisa melebihi dari yang ditargetkan. Kita bisa berkontribusi besar terhadap peningkatan produksi di Jawa Barat," tuturnya.

Sementara di tingkat nasional, kata Dandan, Kabupaten Cianjur juga berkontibusi cukup besar terhadap peningkatan produksi beras. Selama periode Januari-November tahun ini, Kabupaten Cianjur mampu memproduksi sebanyak 433.242 ton.

"Secara peringkat, Kabupaten Cianjur berada pada urutan ke-10 daerah yang produksi berasnya tertinggi di Indonesia," jelas dia.

Melihat perkembangan data tersebut, maka bisa diambil kesimpulan, kondisi cuaca atau iklim saat ini berprogres positif terhadap peningkatan produksi gabah di Kabupaten Cianjur. Target produksi GKG tahun ini dipastikan bisa tercapai atau bahkan mengalami surplus.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner