Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Lewat Hibah Kosabangsa 2025, UNPER dan UNSOED Hadirkan Pengolahan Produk Aren dan Inovasi Air Mineral

Kristiadi
17/11/2025 16:20
Lewat Hibah Kosabangsa 2025, UNPER dan UNSOED Hadirkan Pengolahan Produk Aren dan Inovasi Air Mineral
Universitas Perjuangan (UNPER) Tasikmalaya dan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto tengah melajukan pengolahan tanaman berbahan nira, susu, kolang kaling biasa diproduksi masyarakat untuk memperluas akses pasar dan memperkuat ekonomi kreatif(Dok Unper Tasikmalaya)

UNIVERSITAS Perjuangan (UNPER) Tasikmalaya dan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto menjalin kolaborasi pengolahan produk aren dan inovasi air mineral. Agenda ini dilaksanakan bersama masyarakat Desa Sukaharja, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Program ini merupakan Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) tahun 2025 yang didanai Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
 
Ketua tim pelaksana Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya, Cepi Rahmat Hidayat mengatakan, kegiatan pengabdian masyarakat kosabangsa ini melakukan pemberdayaan masyarakat melalui program diversifikasi produk aren dan inovasi produk air mineral berbasis sumber daya alam lokal di Desa Sukaharja.

"Kolaborasi ini diinisiasi oleh tim pelaksana dari Universitas Perjuangan Tasikmalaya Cepi Rahmat Hidayat, Riga Zahara Nurani dan Intan Rahayu, tim pendamping Universitas Jenderal Soedirman Prof Hidayah Dwiyanti, Prof Triana Setyawardani dan Ardiansyah," katanya, Senin (17/11).

Cepi mengatakan, sinergi lintas universitas menjadi bukti nyata kerja sama antarperguruan tinggi mampu menghadirkan perubahan positif dan menyentuh langsung kehidupan bagi masyarakat. Program Kosabangsa melibatkan mitra UMKM Silih Asih 30 orang yang diketuai Rukmana dan Mitra P3A Mitra Cai, 22 orang diketuai Supriadi dan Kepala Desa Sukaharja, Indra Tega Mayudin, berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan keterampilan produksi, memperluas akses pasar dan memperkuat ekonomi kreatif masyarakat Tasikmalaya.

"Melalui kemitraan ini, kegiatan difokuskan pada aspek produksi dan pemasaran untuk mitra UMKM, sedangkan mitra P3A pada aspek produksi dan tata kelola bisnis. Pada pengenalan konsep pemberdayaan ekonomi guna meningkatkan kemandirian bagi masyarakat melalui diversifikasi dan inovasi produk berbasis potensi lokal sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan keterampilan supaya mereka lebih mandiri secara ekonomi," ujarnya.

Menurut Cepi, program Kosabangsa yang dilakukan tim pelaksana dan pendamping di antaranya kegiatan sosialisasi program, pelatihan, penerapan alat teknologi dan inovasi serta kegiatan pendampingan. Pengolahan produksi bagi mitra UMKM di Desa Sukaharja melalui pembuatan gula aren kristal premium, kopi herbal gula aren, susu gula aren, yoghurt, boba kolang kaling berbasis teknologi tepat guna. 

Sedangkan mitra P3A Mitra Cai diberikan pelatihan dan penerapan teknologi filtrasi, purifikasi pengolahan air baku menjadi air menjadi air minum kemasan higienis. Pelatihan bagi pelaku UMKM dan Mitra P3A ini melakukan inovasi desain, digital marketing, pendampingan pembuatan kemasan produk, label promosi digital melalui media sosial dan marketplace.

Menurutnya, tim kosabangsa menyerahkan beberapa alat inovasi dan teknologi berupa mesin kemas sachet otomatis, mesin perajang gula semut oven, mesin sortasi, refraktometers, mesin penepung, cooler box, pengisian liquid, mesin filtrasi air, mesin reverse osmosis, UV aterilizer, ozonisasi, mesin cup sealer dan alat lain kepada mitra UMKM Silih Asih, Mitra P3A Mitra Cai.

"Kami akan terus dampingi mitra agar proses produksi dan pemasarannya bisa berkembang lebih baik lagi. Karena, Unper berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mewujudkan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada aspek pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta air bersih, sanitasi layak," paparnya.

Menurut dia, pihaknya berharap melalui kegiatan kosabangsa ini mitra UMKM Silih Asih dan Mitra P3A tidak hanya memiliki keterampilan baru, tapi juga kegiatan harus berdampak dan berkelanjutan dengan keyakinan bahwa mereka mampu menjadi penggerak ekonomi keluarga. Namun, ke depan yang lebih baik untuk masyarakat Desa Sukaharja dan menjadi inspirasi bagi kampus lain untuk berkarya berkontribusi nyata bagi negeri.

"Kami sangat berterima kasih sekali kepada Kemendiktisaintek dan Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) atas segala pendanan untuk kegiatan tersebut," pungkasnya. (AD/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner