Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Sinergi UNAIC dan UNSOED wujudkan program Kosabangsa di Desa Karangrena

Kristiadi
16/11/2025 08:53
Sinergi UNAIC dan UNSOED wujudkan program Kosabangsa di Desa Karangrena
UNAIC dan UNSOED Purwokerto bersinergi dalam melakukan penerapan teknologi tepat guna dalam pengolahan kecombrang dan pisang, diikuti 60 peserta dari kelompok tani di Balai Desa Karangrena, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap.(Dok Pribadi)

UNIVERSITAS Al Irsyad Cilacap (UNAIC) dan Universitas Jenderal Sudirman (UNSOED) Purwokerto bersinergi melakukan penerapan teknologi tepat guna dalam pengolahan kecombrang dan pisang. Kegiatan itu dilakukan di Balai Desa Karangrena, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Pengolahan tersebut dilaksanakan dengan menyalurkan peralatan pendukung melalui hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Kemdiksaintek RI Program Kosabangsa 2025. Program Kosabangsa menjadi langkah strategis dalam penerapan teknologi tepat guna.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada 14 Oktober 2025 di Desa Karangrena serta dirancang sebagai upaya berkelanjutan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah rawan banjir. Desa Karangrena yang dikelilingi Sungai Serayu kerap mengalami banjir berkala dan berpotensi menimbulkan kegagalan panen.

Inisiatif Kosabangsa hadir memperkuat ketahanan pangan dan juga mendukung peningkatan ekonomi bagi Kelompok Wanita Tani Sekarwangi serta Kelompok Tani Karya Sejahtera yang mendapat dukungan dari pemerintah desa dan dinas pertanian setempat.

Ketua tim Universitas Al Irsyad Cilacap (UNAIC) Titin Kartiyani mengatakan, program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan pelatihan serta mencakup sosialisasi program Kosabangsa dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman, pembuatan cookies kecombrang dan teh kecombrang.

Penerapan teknologi pengering cabinet dryer bertujuan memastikan kecombrang dan pisang didiversifikasi menjadi produk turunan yang tidak hanya sehat, tetapi memiliki bentuk kemasan yang menarik.

"Tim UNAIC diperkuat oleh Nuni Wulansari, Suko Pranowo didampingi dari UNSOED terdiri dari Rumpoko Wicaksono, Friska Citra Agustia dan Prof Nur Prihatiningsih. Kegiatan pelatihan tersebut, mencakup sosialisasi program kosabangsa, pelatihan pengendalian pengendalian hama dan penyakit tanaman, pelatihan pembuatan cookies kecombrang dan teh kecombrang, pelatihan pembuatan cookies pisang dan sriping pisang, pelatihan manajemen produksi dan pengemasan, pelatihan pemasaran melalui pembuatan akun digital online," kata Titin.

Titin mengatakan, pelatihan pengolahan pisang diikuti 60 peserta dari Kelompok Wanita Tani dan Kelompok Tani Karya Sejahtera melalui pemberian pelatihan menyalurkan peralatan pendukung berupa alat cabinet dryer, alat penepung, wajan, serta peralatan pengolahan frozen food. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Kepala LPPM UNAIC langsung menyerahan bantuan peralatan kepada kelompok tani.

"Keberlanjutan program Kosabangsa akan diteruskan dengan pelibatan kelompok mitra dalam kegiatan bazar di Kabupaten Cilacap. Tim UNAIC menyampaikan terima kasih kepada DPPM Kemdiksaintek RI atas dukungan hibah yang memungkinkan program ini memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," paparnya.

Sementara itu, Kepala Desa Karangrena, Rasito mengatakan, pihaknya menyambut baik adanya kegiatan dilakukan oleh UNAIC dan UNSOED, terutama dalam pengolahan kecombrang dan pisang bagi kelompok Wanita Tani Sekarwangi serta Kelompok Tani Karya Sejahtera supaya ke depannya dapat meningkatkan ekonomi.

"Kami selalu berharap agar kelompok wanita tani dapat meningkatkan kemampuan dalam mengolah kecombrang dan pisang menjadi produk bernilai tambah," pungkasnya. (AD/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya