Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto berkolaborasi dengan Politeknik Banjarnegara untuk mengembangkan dawet ayu yang dikenal sebagai ikon kuliner Banjarnegara, Jawa Tengah. Kolaborasi itu dilaksanakan melalui Program Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) 2025, yang didanai Direktorat Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.
Para pedagang setiap harinya mampu memproduksi dawet ayu mencapai ratusan porsi untuk memenuhi kebutuhan wisatawan dan masyarakat lokal. Namun di balik popularitasnya, terdapat tantangan besar yakni proses produksi masih manual, belum memiliki standar mutu, kapasitas produksi terbatas, hingga pemasaran yang masih mengandalkan pelanggan lama.
Ketua Tim Pelaksana Direktorat Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Prof Rifda Naufalin, mengatakan program ini memasuki tahun pertamanya langsung menyasar tiga aspek utama antara lain produksi, manajemen, pemasaran hingga ketiganya terbukti menjadi akar masalah menghambat pengembangan usaha dawet ayu.
"Kolaborasi dengan Politeknik Banjarnegara untuk mendorong dawet ayu yang dikenal sebagai ikon kuliner Banjarnegara bersama tim anggota Rumpoko Wicaksono, Icuk Rangga Bawono hingga Dwi Ari Cahyani, serta mitra utama program dawet ayu 'Mba Ida' dan penyedia peralatan produksi peralatan dawet 'RF' di Banjarnegara," katanya, Senin (24/11).
Prof Rifda Naufalin mengungkapkan, transformasi produksi yang dilakukannya dari manual ke semi otomatis salah satu capaian terbesar di tahun pertama hadirnya alat pencetak dan pemasak dawet semi otomatis berkapasitas 20-40 liter. Namun, alat ini dirancang khusus oleh tim Unsoed untuk menjawab masalah berupa kapasitas produksi yang hanya berkisar 10 kg per hari dan kualitas produk yang belum konsisten.
"Alat berbahan stainless steel food-grade dilengkapi pengaduk otomatis, kontrol suhu, dan sistem pencetakan yang lebih higienis. Penerapannya langsung memberi dampak nyata, kapasitas produksi mitra meningkat dua kali lipat, dan bentuk cendol menjadi lebih seragam," ujarnya.
Menurut dia, tim Direktorat Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) menyusun standar operasional prosedur (SOP) produksi sangat rinci, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pemasakan, pencetakan, penyimpanan dawet melalui SOP ini menjadi acuan baku bagi seluruh anggota paguyuban hingga produksi lebih higienis dan mutu lebih terjamin.
"Dawet kekinian telah masuk pasar anak muda dan mampu bersaing di era minuman modern hingga tim melakukan inovasi dengan mengembangkan dua varian yakni dawet ayu ready to drink dalam kemasan botol berlabel dawet fungsional berbasis bunga telang dan kecombrang, kedua tidak hanya menambah daya tarik visual, tetapi menyasar segmen pasar lebih muda lebih dinamis hingga produk baru ini menjadi langkah awal pengembangan pasar online dan offline lebih luas," katanya.
Menurutnya, perbaikan manajemen usaha UMKM yang lebih rapi dan terukur, mitra sebelumnya tidak memiliki logbook produksi, laporan keuangan, perhitungan harga pokok produksi (HPP) dan membuat usaha sulit berkembang. Karena, tidak ada data untuk evaluasi dan melalui beberapa pelatihan hingga kini mampu menyusun logbook produksi harian, bulanan membuat pencatatan keuangan lebih sederhana, menghitung HPP secara akurat, serta memahami dasar perencanaan usaha. Perubahan ini membuat UMKM dawet ayu makin siap berkembang secara profesional dan pemasaran digital tersebut, dilakukan dari pasar tradisional ke dunia online meski awalnya hanya mengandalkan pembeli dan setelah pelatihan digital marketing, mitra kini memiliki memiliki akun Instagram, TikTok, video promosi di YouTube, desain katalog, produk konten serta membantu memperluas jangkauan pemasaran ke luar kota.
"Penjualan online mulai meningkat dan memperkenalkan dawet ayu ke pasar yang lebih luas. Program PM UPUD 2025 telah membuktikan teknologi, pelatihan manajerial, dan pendampingan yang tepat dapat mengangkat potensi lokal menjadi produk berdaya saing tinggi. Dawet Ayu bukan hanya minuman tradisional, tetapi kini berkembang menjadi produk modern yang memiliki standar kualitas dan strategi bisnis kuat," pungkasnya. (AD/E-4)
UNIVERSITAS Perjuangan (UNPER) Tasikmalaya dan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto menjalin kolaborasi.
UNIVERSITAS Perjuangan (UNPER) Tasikmalaya dan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto menjalin kolaborasi pengolahan produk aren dan inovasi air mineral.
UNIVERSITAS Al Irsyad Cilacap (UNAIC) dan Universitas Jenderal Sudirman (UNSOED) Purwokerto bersinergi melakukan penerapan teknologi tepat guna dalam pengolahan kecombrang dan pisang.
Program Desa Binaan tidak hanya berfokus pada penerapan teknologi tepat guna, tetapi juga meliputi pelatihan manajemen produksi, formulasi pakan, dan pemasaran digital.
Pelatihan keterampilan menjahit dipilih untuk memberdayakan warga, khususnya perempuan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved