Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Angka Kesembuhan Pasien Tb 22%, Kota Sukabumi Intensifkan Kampanye TOSS Tb

Benny Bastiandy
17/11/2025 00:44
Angka Kesembuhan Pasien Tb 22%, Kota Sukabumi Intensifkan Kampanye TOSS Tb
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengampanyekan program TOSS TBC untuk meningkatkan angka kesembuhan pasien pengidap TBC.(MI/BENNY BASTIANDY)

KOTA Sukabumi, Jawa Barat, konsen menekan angka kasus tubercolusis (Tb). Berbagai upayanya mendukung eliminasi penyakit tersebut pada 2030.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, Ida Halimah, mengatakan hingga saat ini tingkat kesembuhan penderita Tb di Kota Sukabumi masih berada pada angka 22%. Kondisi ini menjadi bukti perlu adanya peningkatan upaya penyembuhan terhadap penyintas Tb.

"Berarti masih sekitar 78% pasien Tb yang belum sembuh," ujarnya,  Minggu (16/11).

Kota Sukabumi gencar melakukan kampanye 'TOSS Tb' atau 'Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberculosis'. Kampanye itu mendeteksi pengidap Tb kemudian mengobati hingga tuntas sampai betul-betul sembuh.

"Ketika ditemukan kasus Tb maka harus dilakukan pengobatan selama enam bulan berturut-turut. Pengobatannya tidak boleh terputus. Selain pengobatan, kesehatan diri dan lingkungan juga harus dijaga," pungkasnya.

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengajak seluruh pihak berperan serta mewujudkan target eliminasi Tb pada tahun 2030. Eliminasi Tb akan dilakukan melalui penyediaan infrastuktur bagi masyarakat serta penuntasan kemiskinan.

"Kita fokus bagaimana kampanye TOSS Tb ini bisa berjalan baik dan bisa menurunkan angka penderitanya serta meningkatkan persentase angka kesembuhan," lanjutnya.

Kampanye menyasar berbagai lapisan masyarakat dengan fokus pada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan dan pengobatan Tb secara tuntas.

"Kita konsen, semua kegiatan untuk meningkatkan masalah yang ada di masyarakat, terutama kesehatan, stunting, serta kemiskinan. Kemudian penanganan infrastruktur dan rumah-rumah kumuh akan kita bereskan semua," pungkasnya.

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner