Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Atap Gazebo FKIP Unsil Tasikmalaya Ambruk Menimpa 20 Mahasiswa

Kristiadi
16/11/2025 21:24
Atap Gazebo FKIP Unsil Tasikmalaya Ambruk Menimpa 20 Mahasiswa
Atap gazebo FKIP Unsil Tasikmalaya ambruk menimpa 18 mahasiswa dan dari mereka dilarikan ke klinik, RS TMC, RSUD Dr Soekardjo. Kini, Lembaga Unsil masih melakukan kajian atas kejadian tersebut.(MI/Kristiadi)

SEBANYAK 20 mahasiswa Program Studi Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Siliwangi Tasikmalaya, tertimpa atap Gazebo ambruk. Kejadian tersebut, terjadi Minggu (16/11) sekitar pukul 12.55 WIB. Korban dilarikan ke klinik Unsil, RS Tasik Medika Centre (TMC) dan Rumah Sakit Umum Derah (RSUD) Dr Soekardjo.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa FKIP Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya, Abdi Ludiansyah mengatakan, sesaat sebelum atap ambruk, ada indikasi beberapa material jatuh. Namun, kejadian itu terjadi secara tiba-tiba menimpa 20 mahasiswa dari Program Studi Bahasa Indonesia dan FISIP.

"Para korban tengah melakukan latihan pertunjukkan pentas, karena panggung ini memang sering digunakan mahasiswa saat belajar baca dan yang lainnya. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 12.55 WIB ketika mereka sedang duduk, istirahat dan tiba-tiba ambruk dan korban yang dibawa ke RS TMC 6 orang, RSUD Dr Soekarjo 1 orang dan 13 ke Klinik Unsil," katanya, Minggu (16/11).

Sementara itu, Ketua tim Humas dan Protokol Unsil Tasikmalaya Dedi Hartadi mengatakan, pihaknya membenarkan ada 18 orang korban tertimpa baja ringan dan genting dari atap gazebo didirikan tahun 2019 tepatnya di depan Gedung FKIP.

Namun, atap itu tiba-tiba ambruk menimpa 18 orang mahasiswa ketika sedang melakukan latihan drama untuk memenuhi mata kuliah apresiasi drama pada ujian akhir semester (UAS).

"Atap garebo ambruk secara tiba-tiba dan itu bukan gedung FKIP, kantor, ruang kelas, tapi gazebo digunakan untuk kegiatan mahasiswa terutama baca, belajar dan pertunjukkan. Karena, ketika kejadian memang paling banyak korban perempuan dari Program Studi Bahasa Indonesia FKIP, dan mereka sudah ditangani di klinik Unsil 11 orang, RS TMC 6 orang dan RSUD Dr Soekardjo Kota Tasikmalaya 1 orang," ujarnya.

Dedi mengatakan, ambruknya atap gazebo FKIP Unsil Tasikmalaya sekarang tengah dilakukan tim kontruksi terutama pengkajian secara mendalam, lantaran kondisi itu tidak ada hujan maupun angin kencang.

Secara fisik para korban trauma berat, kaget dan mereka mengalami luka-luka di bagian tangan, kaki, kepala.

"Karena, latihan yang dilakukan untuk memenuhi mata kuliah Apresiasi Drama di Jurusan Bahasa Indonesia dalam Ujian Akhir Semester (UAS) dan lembaga tetap bertanggung jawab dengan menanggung semua pengobatan korban mulai rontgen, USG," paparnya.

Seorang korban, Haris, mengatakan, latihan di panggung terbuka dilakukan sedang dalam projek pemenuhan ujian praktik mata pelajaran Apresiasi Drama dan jadwal latihan dilakukan hari Minggu. Karena, aktivitas kampus padat, latihan dilakukan dan sekitar pukul 12.55 WIB tiba-tiba atap gazebo ambruk menimpa 18 orang hingga pegawai dan mahasiswa memberikan pertolongan.

"Kami berusaha menyelamatkan diri ketika atap gazebo itu ambruk, tapi kedua tangan terluka tertimpa genting termasuk baja ringan meski kondisi panik sempat membantu mengeluarkan para korban dan mereka mengalami luka berat, sedang, ringan. Korban yang tertimpa kebanyakan perempuan, dan mereka saat ini mendapat perawatan," pungkasnya. (AD/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner