Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Kota Tasikmalaya Peringkat 5 se-Jabar Tuberkulosis, Kasus Mencapai 3.593 Orang

Kristiadi
11/11/2025 16:05
Kota Tasikmalaya Peringkat 5 se-Jabar Tuberkulosis, Kasus Mencapai 3.593 Orang
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra Hendriana, kasus tuberkulosis yang terjadi di daerahnya meningkat tercatat 3.593 orang positif.(MI/Kristiadi)

SEBANYAK 3.593 warga di Kota Tasikmalaya terindikasi positif mengidap penyakit tuberkulosis (TB) sejak Januari hingga November 2025. Angka itu diperoleh berdasarkan hasil skrining terhadap terduga suspek 16.000 orang. Jumlahnya meningkat dan penyebabkan 75 orang meninggal karena mengalami penyakit penyerta.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Asep Hendra Hendriana mengatakan, kasus penyakit tuberkulosis (TB) di Kota Tasikmalaya meningkat cukup signifikan. Penyakit tersebut disebabkan dari bakteri yang berpotensi serius memengaruhi paru-paru serta dapat menular melalui batuk dan bersin.

"Kasus Tuberkulosis suatu penyakit bakteri menular berpotensi serius terutama dapat mempengaruhi paru-paru dan menyebar ketika orang terinfeksi batuk, bersin. Kasus TB di Kota Tasikmalaya berada di peringkat ke-5 di Jawa Barat. Sementara untuk kasus TB provinsi Jawa Barat berada di peringkat ke-2 nasional. di bawah Provinsi Banten. Kenaikan ini bagi Dinkes terus berusaha melakukan edukasi dan skrining guna menurunkan kasus," katanya, Selasa (11/11).

Ia mengatakan, kasus Tuberkulosis yang terjadi di Kota Tasikmalaya setiap tahun angkanya mengalami peningkatan. Sejak 2023 tercatat 4.747 orang, 2024 ada 4.712 orang, dan 2025 tercatat 3.593 orang. 

Meningkatnya, kasus TB yang terjadi dapat menyebabkan kematian lantaran mereka tidak tuntas dalam pengobatan dan juga memiliki penyakit penyerta seperti halnya diabetes mellitus, leukimia, cairan di paru, hipoglikemia, metastase, jantung, Ca Paru, Ca mamae, dan penyebaran penyakit paling banyak usia produktif.

"Dari hasil skrining yang dilakukan di setiap Puskesmas, rumah sakit kasus TB paling banyak usia produktif berdasarkan usia mulai dari 0-4 tahun, 5-14 tahun, 15-24 tahun dan 25-34 tahun tercatat 558 kasus terdiri dari jenis laki-laki berjumlah 246 orang dan perempuan 312 orang," ujarnya.

Menurut Asep, kasus Tuberkulosis pada 2025 telah mengalami peningkatan terjadi bulan Januari tercatat 405 kasus, Februari 410 kasus, Maret 316 kasus, April 391 kasus, Mei 370 kasus, Juni 281 kasus, Juli 347 kasus, Agustus 385 kasus, September 339 kasus, Oktober 315 kasus, November 34 kasus. Peningkatan kasus TB, Dinkes berhasil melakukan pengobatan 3.021 kasus dari 3.713 kasus dengan mencapai 81 persen.

"Kami mengimbau supaya masyarakat disiplin melaksanakan pola hidup bersih, sehat, menghindari kontak dengan orang menderita TB termasuk harus menjaga kekebalan tubuh, pola makan seimbang, olahraga. Akan tetapi, masyarakat diminta untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi penularan bisa dicegah," pungkasnya. (AD/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner