Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Kota Bandung Sosialisasikan Program Identitas Kependudukan Digital

Naviandri
12/11/2025 19:01
Kota Bandung Sosialisasikan Program Identitas Kependudukan Digital
Wakil Wali Kota Bandung berbicara pada acara sosialisasi identitas kependudukan digital(DOK/PEMKOT BANDUNG)

PEMERINTAH Kota Bandung mulai menyiapkan identitas kependudukan digital (IKD) bagi semua warga. Program tersebut mulai disosialisasikan kepada warga.

IKD merupakan bentuk digital dari KTP elektronik (KTP-el) yang memuat data pribadi warga. IKD dapat diakses melalui aplikasi di gawai warga.

"Dengan IKD, kita tidak hanya membawa identitas dalam dompet, tetapi juga dalam genggaman, kapan pun dan di mana pun. Penerapan IKD tersebut menjadi bagian dari langkah besar pemerintah menuju tata kelola kependudukan yang  lebih modern dan aman. Sebab, transformasi digital dalam administrasi kependudukan bukan sekadar pilihan, tetapi sebuah keniscayaan,” ungkap Wakil Wali Kota Bandung Erwin.

Menurut dia, administrasi kependudukan merupakan tulang punggung dari berbagai pelayanan publik. Hampir seluruh urusan, mulai dari pendidikan, kesehatan, perbankan hingga layanan sosial dan ekonomi, berawal dari validitas data kependudukan.

Tantangan Kota Bandung sebagai kota metropolitan dengan penduduk sekitar 2,67 juta jiwa dan mobilitas tinggi, menuntut adanya sistem administrasi yang cepat, akurat, serta mudah diakses.

"Alhamdulillah, Kota Bandung ini prima, juara, tiga juara di Jawa Barat. Tentunya sistem digital ini juga mendukung upaya pemerintah memperkuat keamanan data pribadi dan mempercepat proses verifikasi identitas di berbagai sektor,” terangnya.


Kolaborasi

 

Erwin juga mengingatkan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk menyukseskan transformasi digital kependudukan di Kota Bandung. Terkait hal ini Kota Bandung sudah mengubah paradigma dari egosektoral menjadi egosentris.

"Kami di pemkot mengedepankan kolaborasi dan gotong royong. Mari kita bangun ekosistem digital yang solid dan inklusif agar masyarakat bisa merasakan manfaat langsung dari inovasi layanan ini," lanjutnya.

Dia menyebut, transformasi digital tidak hanya soal teknologi, tetapi juga perubahan pola pikir dan budaya kerja. Perlu komitmen yang sama untuk terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi agar layanan publik di Kota Bandung semakin cepat, tepat dan tepercaya.

Atas hal tersebut, Erwin memastikan, Pemkot Bandung berkomitmen penuh mendukung transformasi digital di bidang administrasi kependudukan melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga publik, dunia usaha dan masyarakat.

"Kita optimis dapat mewujudkan visi Bandung sebagai kota yang unggul, transparan, berdaya saing, dan berteknologi maju. Insya Allah, sebentar lagi Bandung sepenuhnya menjadi smart city,” sambungnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner