Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Papan Interaktif Digital, Ekosistem Bersama Rumah Pendidikan Wujudkan Indonesia Cerdas

Sugeng Sumariyadi
12/11/2025 09:25
Papan Interaktif Digital, Ekosistem Bersama Rumah Pendidikan Wujudkan Indonesia Cerdas
Rakor Pemanfaatan Rumah Pendidikan digelar Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.(ISTIMEWA)

TEKNOLOGI digital pembelajaran menjadi keniscayaan bagi dunia pendidikan di Indonesia. Untuk itu, Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Rumah Pendidikan.

Seperti diungkapkan Kepala Pusdatin Kemendikdasmen Yudistir Nugraha, Rumah Pendidikan akan menjadi ekosistem atas distribusi 130.000 Papan Interaktif Digital (PID) di sekolah-sekolah se-Indonesia.

Digitalisasi pembelajaran yang ditetapkan Presiden Prabowo melalui Inpres No. 7 Tahun 2025 tentang Digitalisasi Pembelajaran, paparnya, menutut kerja sama semua sektor.

“Digitalisasi pembelajaran itu tidak bisa sendiri-sendiri, tapi harus jadi sebuah ekosistem. Mulai dari pembangunan infrastruktur, super apps Rumah Pendidikan, proses pembelajaran, hingga peningkatan kapasitas,” katanya dalam Rakor Pemanfaatan Rumdik, akhir pekan lalu.

Menurut dia, 130.000 PID tersebut telah siap dioptimalkan terutama oleh 1450 guru yang masuk kriteria Duta Teknologi, Kapten dan Ko-Kapten, serta Komunitas Bergema. Ketiga kriteria tersebut adalah guru dengan kemampuan unggul (advance) dalam pemanfaatan teknologi digital pembelajaran dari total 4 juta guru se-Indonesia.  

Menurut Yudhis, panggilan akrabnya, guru kemampuan advance tersebut juga akan menjadi lokomotif untuk menghadirkan digital education heroes. Para pejuang Pendidikan digital dalam menghadirkan pendidikan berkualitas namun merata di-seluruh Indonesia.

“Sebagai garda terdepan guru, mereka didorong bisa memanfaatkan secara optimal. Karena infrastruktur tersedia, maka sekarang yang terpenting adalah hands on, yang terpenting bagaimana bisa memanfaatkan dengan baik,” sambungnya.


Lebih efektif


Sementara itu, Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden RI Bidang Komunikasi & Analisa Kebijakan, menambahkan, sesuai hasil riset pemberian PID ke sekolah jauh lebih efektif dibandingkan pemberian komputer jingjing (laptop) dan apalagi ponsel cerdas (smartphone).

“Laptop itu separuh produktif dan separuh tidak. Smartphone malah lebih sering digunakan untuk mengakses media sosial sehingga tidak produktif. Tapi PID itu hampir pasti efeknya positif, apalagi ditunjang Rumah Pendidikan dengan semua konten yang diperlukan tersedia,” katanya.

Menurut dia, situasi tersebut selaras dengan salah satu atensi Presiden Prabowo yang menginginkan pendidikan berkualitas dan merata. Terlebih ada isu rendahnya tingkat literasi Indonesia serta ancaman bencana demografi ke depannya.

Rendahnya tingkat literasi, khususnya membaca, matematika, dan sains, antara lain terjadi karena masih tingginya angka stunting. Rerata Indonesia mencapai 21% atau 10 kali lipat dari Singapura (2%), sehingga anak tidak siap mencerna pelajaran.

“Pemberian gizi ini kita beri melalui program MBG di sekolah-sekolah yang posisi November sudah mencapai 42 juta porsi per hari. Pada April 2026 ditargetkan sudah mencapai seluruh sekolah sebanyak 82 juta porsi,” sambungnya.

Dirgayuza menambahkan, pentingnya pendidikan sejak dini dengan literasi-matematika-sains yang berkualitas juga diperlukan agar banyaknya usia generasi muda tidak menjadi bencana demograsi imbas kapasitas SDM rendah/stagnan.


Literasi digital


Lebih jauh, Yudhistira Nugraha mengatakan, Inpres No. 7 Tahun 2025 menekankan peningkatan mutu pendidikan bagi 50 juta murid sekolah, dengan tiga fokus utama.

“Meningkatkan literasi digital di sekolah, menghidupkan pembelajaran menyenangkan dan mendalam, serta mengimplementasikan teknologi dalam praktik pembelajaran sehari-hari,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Gogot Suharwoto, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikdasmen mengatakan, teknologi adalah solusi, sekaligus unlimited potential dalam pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan melalui ekosistem digitalisasi pembelajaran.

“Guru harus berkontribusi dan menciptakan konten pembelajaran yang akan diunggah di Ruang Murid di Rumah Pendidikan untuk memperkaya bahan belajar bagi para siswa. Tahun denpan akan disiapkan block grant pelatihan konten bagi guru untuk kegiatan kurasi konten pembelajaran serta fasilitas yang mendukungnya, sehingga guru menjadi lebih profesional,” tambahnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner