Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Hari Wayang Nasional, Dusun Bambu Gelar Hajat Bumi dan Wayang Golek

Depi Gunawan
10/11/2025 19:18
Hari Wayang Nasional, Dusun Bambu Gelar Hajat Bumi dan Wayang Golek
Masyarakat mengikuti Gelar Budaya 2025 yang digelar di Dusun Bambu.(MI/DEPI GUNAWAN)

PAGELARAN Wayang Golek dengan dalang Deden Kosasih Sunarya menghibur masyarakat sekitar kawasan wisata Dusun Bambu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Pertunjukan ini menjadi puncak acara Gelar Budaya 2025, sekaligus memperingati Hari Wayang Nasional yang jatuh setiap 7 November.

Selain wayang, masyarakat juga disuguhi berbagai kegiatan budaya lainnya, mulai dari pertunjukan tari tradisional hingga kuliner khas Sunda yang disajikan langsung oleh warga sekitar.

"Dalam suasana alam pegunungan yang sejuk, hajat bumi menjadi simbol hubungan manusia dengan alam serta penghormatan terhadap tradisi leluhur yang diwariskan turun-temurun," kata Eric, Art & Event Manager Dusun Bambu, Senin (10/11).

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama, persembahan hasil bumi, serta prosesi adat sebagai tanda pembukaan Gelar Budaya Dusun Bambu 2025.

Usai prosesi adat, kawasan wisata berubah semarak dengan berbagai atraksi seni. Sejumlah pelaku UMKM lokal pun turut berpartisipasi memeriahkan acara.

"Melalui Gelar Budaya, kami ingin menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Sunda," ujar Eric.


Kasepuhan Ciptagelar

 

Ia menjelaskan, Hajat Bumi di Dusun Bambu merupakan bentuk transformasi dari tradisi Serentaun, yaitu upacara adat masyarakat Kasepuhan Ciptagelar, Jawa Barat.

"Sebagai warga Sunda, kita sepatutnya bersyukur atas karunia alam yang diberikan. Hajat Bumi ini menjadi bentuk syukuran dari wisata Dusun Bambu, di mana seluruh pegawai dan masyarakat sekitar ikut terlibat," tuturnya.

Dia menambahkan, Gelar Budaya merupakan wujud wisata berkelanjutan yang memadukan ekowisata dengan pelestarian budaya.

"Kami berharap generasi muda dapat lebih mengenal, mencintai, dan turut melestarikan warisan leluhur. Budaya Sunda tidak hanya ditampilkan, tetapi dihidupkan kembali dalam keseharian," jelasnya.

Menurut dia, nuansa tradisi Sunda terasa kuat di setiap sudut kawasan. Banyak bangunan publik di Dusun Bambu menyerupai leuit atau lumbung padi—simbol kesejahteraan masyarakat agraris Sunda.

Hal ini sekaligus memperkuat citra Dusun Bambu sebagai destinasi wisata ramah lingkungan yang mengedepankan kearifan lokal.

"Budaya dan alam adalah dua elemen yang saling melengkapi. Keduanya harus dijaga agar tetap hidup dan menjadi sumber kebanggaan masyarakat," tandas Eric.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner