Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Pertamina NRE Lengkapi Kapal Nelayan Cilamaya dengan Lampu Bertenaga Surya

Naufal Zuhdi
07/11/2025 14:44
Pertamina NRE Lengkapi Kapal Nelayan Cilamaya dengan Lampu Bertenaga Surya
Pemasangan lampu bertenaga surya kepada nelayan.(Dok Pertamina NRE)

PERTAMINA New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memberikan harapan baru para nelayan kecil di Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Pasalnya, saat ini kapal mereka sudah dilengkapi dengan lampu bertenaga surya yang merupakan bagian dari program Desa Energi Berdikari (DEB) yang membuat para nelayan tidak lagi kesilitan dengan gelapnya malam saat mencari ikan di laut.

Melalui program ini, 46 kapal nelayan kecil di Desa Muara kini menggunakan lampu penerangan bertenaga surya (PLTS) berkapasitas 150 Watt. Pemanfaatan PLTS untuk penerangan ini setara dengan menghemat 1–2 liter BBM per malam, atau setara dengan lebih dari 20.000 liter BBM per tahun apabila nelayan menggunakan BBM untuk penerangan. Pemanfaatan ini pun berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon sekitar 45 ton CO2 per tahun, setara dengan menanam lebih dari 2.000 pohon baru.

Menurut CEO Pertamina NRE, John Anis, tujuan utama Pertamina di seluruh lokasi operasi adalah selalu ingin memberikan manfaat.

"Semacam 'giving back', kita tidak mungkin berbisnis sendiri-sendiri, kita tetap membutuhkan dukungan dari lokal, dan dengan harmoni itulah terjadinya sinergi,” ujar John dikutip dari siaran pers yang diterima, Jumat (7/11).

Dengan semangat keberlanjutan demi mendukung Net Zero Emission 2060, Pertamina NRE berkomitmen untuk terus menghadirkan Desa Energi Berdikari di seluruh Indonesia menghadirkan energi bersih yang tidak hanya menyalakan lampu, tetapi juga menyalakan harapan masyarakat.

Selain itu, agar sistem ini dapat digunakan secara berkelanjutan, John menyampaikan bahwa Pertamina NRE juga memberikan edukasi dan pelatihan perawatan PLTS kepada para nelayan. Pendekatan berbasis knowledge sharing ini diharapkan membuat masyarakat pesisir semakin mandiri dalam mengelola sumber energi mereka sendiri.

Salah satu penerima manfaat, Rudi, 45, mengungkapkan betapa besar perubahan yang ia rasakan.

“Alhamdulillah, sekarang kalau berangkat melaut hanya perlu 1 liter BBM bisa untuk empat hari karena sudah pakai lampu dari PLTS. Semoga nanti semua nelayan di sini bisa pakai, terutama untuk kapal yang lebih besar agar bisa ditambah lampunya," bebernya.

Bagi Pertamina NRE, kisah para nelayan di Desa Muara adalah cerminan transisi energi yang inklusif dan berkeadilan, dengan teknologi bersih tidak hanya dimiliki industri besar, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat akar rumput.

Kegiatan seremoni Aktivasi yang digelar di area Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Muara turut dihadiri oleh CEO Jawa Satu Power Dwi Murray, Kepala Desa Muara Iyos Rosita, hingga para penerima manfaat. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner