Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kasus penyakit ISPA di Kota Tasikmalaya Terus Meningkat

Kristiadi
01/10/2025 20:12
Kasus penyakit ISPA di Kota Tasikmalaya Terus Meningkat
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih(MI/KRISTIADI)

KASUS Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat mengalami peningkatan cukup signifikan. Faktor penyebabnya diduga karena cuac.

Sejak Januari hingga Agustus 2025 tercatat ada 136.586 penderit ISPA. Mereka mendapat perawatan di RSUD Dr Seokardjo dan sejumlah rumah sakit swasta.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Sekdis) Kota Tasikmalaya, Suryaningsih mengatakan, pengaruh cuaca tidak menentu yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir memicu peningkatan jumlah pasien ISPA. Gejala penderitanya ialah batuk, flu, dan sakit tenggorokan.

"Penderit ISPA yang mendapat perawatan didominasi balita dan anak. Pasien mengalami gejala batuk, hidung tersumbat, demam, sulit bernapas, sakit kepala, nyeri otot, lemas, suara serak, mual, diare dan nafsu makan menurun," katanya, Rabu (1/10).

Ia mengatakan, pengaruh cuaca yang tidak menentu yang terjadi sekarang berdampak pada berbagai penyakit menyerang semua umur. Jumlah pasien yang berobat ke puskesmas meningkat.

"Setiap hari pasien yang masuk mendapat pengobatan di Puskesmas. Mereka mengeluhkan batuk, bersin, hidung meler, sakit kepala, suara serak, mual, dan hidung tersumbat," ujarnya.

Menurut Suryaningsih, ISPA telah mengalami peningkatan. Sekarang jumlahnya sudah mencapai 136.586 jiwa. Penyebabnya karena pengaruh cuaca yang tidak menentu.

"Perubahan cuaca yang terjadi sekarang menyebabkan banyak warga termasuk balita, anak-anak terserang berbagai penyakit mulai batuk, flu, panas dingin, suara serak, diare dan asma kambuh. Peningkatan penyakit yang terjadi paling banyak ISPA. Kami meminta masyarakat selalu pakai masker ketika sedang keluar rumah mengingat udara panas, gersang dan berdebu," pungkasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner