Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Waspada ISPA di Musim Pancaroba: Gejala dana Cara Mengatasi

Haliza Tiara Lintang
27/9/2025 13:00
Waspada ISPA di Musim Pancaroba: Gejala dana Cara Mengatasi
Ilustrasi(freepik)

INFEKSI Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan gangguan kesehatan, yang menyerang sistem pernapasan dan muncul secara mendadak, dengan gejala yang mudah dikenali. Penyakit ini dapat memengaruhi saluran pernapasan bagian atas, seperti hidung dan tenggorokan, maupun bagian bawah, termasuk bronkus dan paru-paru.

Penyebab utama ISPA biasanya adalah infeksi virus atau bakteri. Penyakit ini dapat menyebar dengan cepat, baik melalui udara yang tercemar droplet maupun lewat kontak langsung dengan penderita.

Tanda-tanda ISPA bisa berbeda-beda sesuai dengan bagian saluran pernapasan yang terinfeksi, tetapi umumnya meliputi batuk, demam, pilek, nyeri tenggorokan, dan pada beberapa kasus disertai kesulitan bernapas. Kondisi ini lebih sering muncul pada musim pancaroba, ketika perubahan cuaca membuat daya tahan tubuh menurun, sehingga lebih rentan terhadap infeksi.

Kenapa sering muncul saat pancaroba?

ISPA sering kali muncul pada musim pancaroba karena adanya perubahan cuaca yang drastis, seperti peralihan dari panas ke hujan atau dari kering ke lembap. Kondisi ini membuat daya tahan tubuh harus menyesuaikan diri, dengan suhu yang berubah-ubah, sehingga cenderung melemah dan lebih rentan terhadap infeksi. Selain itu, virus dan bakteri penyebab ISPA juga lebih mudah berkembang serta menyebar di udara saat cuaca tidak stabil.

Begini Kata Ahli

Sebuah penelitian yang dimuat di Respiratory Research menyoroti dampak perubahan suhu, terhadap penyakit pernapasan di Seoul, Korea Selatan. Studi ini menggunakan desain case-crossover dengan data NEDIS tahun 2008–2017, melibatkan pasien IGD dengan diagnosis ISPA, pneumonia, asma, dan penyakit paru kronis.

Hasilnya menunjukkan suhu dingin ekstrem meningkatkan kunjungan IGD secara signifikan, terutama pada kasus ISPA, influenza, dan pneumonia. Suhu panas juga berdampak, khususnya pada anak-anak di bawah 18 tahun. Temuan ini menegaskan perubahan suhu berhubungan dengan meningkatnya risiko infeksi pernapasan, sehingga layanan kesehatan perlu siap menghadapi cuaca ekstrem.

Cara Mengobati ISPA

1. Pemberian obat-obatan

Untuk meredakan gejala ISPA, dapat digunakan obat penekan batuk untuk mengurangi dorongan batuk kering yang mengganggu.  Ekspektoran untuk mengencerkan dahak agar lebih mudah dikeluarkan. Serta dekongestan yang membantu meredakan hidung tersumbat, dengan mengecilkan pembuluh darah di sekitar hidung, sehingga pernapasan terasa lebih lega.

2. Konsumsi suplemen Vitamin C dan Zinc

Vitamin C berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh. Terutama saat terkena ISPA, karena membantu melawan infeksi virus maupun bakteri. Sementara itu, zinc juga mendukung sistem imun, bahkan penelitian menunjukkan mineral ini dapat mempercepat pemulihan, serta mengurangi tingkat keparahan gejala ISPA.

3. Inhalasi UAP

Inhalasi uap air panas dapat membantu melegakan pernapasan, dengan membuka saluran napas tersumbat dan melembapkan hidung kering. Caranya cukup menghirup uap dari semangkuk air panas, dengan kepala ditutup handuk selama beberapa menit, dan bisa diulangi sesuai kebutuhan.

Pancaroba sering menjadi momen meningkatnya kasus ISPA, karena perubahan cuaca membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Dengan menjaga kesehatan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta melakukan pencegahan sederhana, risiko terserang ISPA dapat dikurangi. Upaya ini penting agar tubuh tetap kuat dan terhindar dari gangguan pernapasan di masa peralihan musim. (Halodoc/Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik