Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yang belakangan menunjukkan tren kenaikan kasus. Salah satu faktor pemicunya adalah kondisi cuaca yang tidak menentu serta perubahan lingkungan yang berdampak pada kesehatan pernapasan.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan bahwa perubahan cuaca dapat membuat masyarakat lebih rentan terhadap infeksi.
“Variasi cuaca dan kondisi lingkungan yang berubah-ubah berpotensi meningkatkan risiko gangguan pernapasan,” ujar Ani dilansir dari Antara, Selasa (9/12).
Berdasarkan data Dinkes DKI, sebanyak 2.534.781 kasus ISPA tercatat sejak Januari hingga November 2025, menunjukkan perlunya upaya pencegahan yang lebih serius.
Ani menambahkan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan kasus di seluruh wilayah Jakarta untuk memastikan penanganan kesehatan berjalan dengan optimal. Ia juga mengajak masyarakat menerapkan langkah-langkah pencegahan sederhana namun efektif, seperti:
Menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan bergizi
Selain itu, penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga sangat penting. Masyarakat diimbau untuk mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker ketika sakit atau saat kualitas udara menurun, serta menerapkan etika batuk untuk melindungi diri dan orang sekitar.
“Jika muncul gejala gangguan pernapasan, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin,” tegas Ani.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus memperkuat upaya promotif dan preventif melalui penguatan layanan kesehatan primer, penyebaran informasi risiko kepada warga, serta kerja sama lintas sektor untuk mengendalikan faktor-faktor lingkungan.
Dengan pendekatan yang menyeluruh tersebut, pemerintah berharap dampak ISPA terhadap kesehatan masyarakat dapat tetap terkelola dengan baik. (Ant/Z-10)
Kasus super flu dan demam berdarah dengue (DBD) selama musim hujan menjadi perhatian khusus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kasus DBD pada Januari 2026 yakni dua kasus dari wilayah kerja Puskesmas Selatpanjang, satu kasus dari Puskesmas Alai dan Puskesmas Kedabu Rapat.
Dinkes melibatkan remaja untuk menciptakan konten yang relevan dan menarik. Hal ini tidak hanya meningkatkan jangkauan, tetapi juga meningkatkan keterlibatan.
Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Cirebon meningkat pada Maret 2025.
Intensitas hujan yang tinggi ini turut menjadi faktor pendongkrak kasus DBD di Kota Denpasar.
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
Operasi tersebut diarahkan pada titik-titik krusial pertumbuhan awan.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan BPBD Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), besok (27/1), BMKG memprediksi akan terjadi hujan lebat di DKI Jakarta, Selasa (27/1).
Pramono Anung menyiapkan 200 ekskavator untuk melakukan pengerukan di lima wilayah Jakarta cegah banjir. Sebab, BMKG memprediksi bahwa akan terjadi hujan lebat di DKI Jakarta, besok
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, sebanyak 200 ekskavator telah dikerahkan untuk pengerukan. Sebab, Jakarta diprediksi masih akan diguyur hujan lebat.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menepis tudingan pihaknya hanya mengulang skema lama dalam menangani persoalan banjir Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved