Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

Korban Tewas Akibat Awan Panas Sinabung Jadi 7 Orang

Puji Santoso
22/5/2016 17:38
Korban Tewas Akibat Awan Panas Sinabung Jadi 7 Orang
(ANTARA FOTO/Rony Muharrman)

JUMLAH korban tewas akibat awan panas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, sampai Minggu (22/5) pukul 16.00 WIB, bertambah menjadi tujuh orang.

"Perkembangan terakhir yang diberikan Kapolres Karo AKBP Pangasian Sitio, jumlah korban meninggal 7 orang dan dua kritis," kata Kabid Humas Polda Sumut AKBP Rina Sari Ginting yang dihubungi di Medan, Minggu (22/5) petang.

Tujuh korban tewas, yaitu 6 pria, Karman Meliala, 60, Irwansyah Sembiring, Leo Perangin-angin, 25, Mulip Ginting, 45, Ersada Ginting, 55, dan Ibrahim Sembiring, 51, serta seorang perempuan Nanin Br Sitepu, 50. Ersada Ginting meninggal setelah beberapa saat dirawat di RSUP H Adam Malik. Sedangkan Ibrahim menghembuskan napas terakhir, Minggu pagi.

Adapun dua korban luka yang masih dirawat intensif di RSUP H Adam Malik yaitu Cahaya Sembiring, 57, dan Cahaya Br Tarigan, 45. Mereka kini masih dirawat di ruangan ICU RSU Adam Malik Medan.

Sebelumnya Cahaya Sembiring dan Cahaya br Tarigan, bersama Ersada Ginting dan Ibrahim Sembiring, dirawat di RS Efarina Etaham, Berastagi, kemudian dirujuk ke Medan untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

"Korban dirujuk karena kondisinya mengalami luma bakar di atas 60%," kata Sekda Kabupaten Karo Sabrina Tarigan yang dihubungi terpisah.

Seluruh korban merupakan penduduk Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Karo. Mereka ditengarai tengah bertani di ladang mereka saat awan panas guguran Gunung Sinabung tiba di desa yang masuk dalam zona merah itu, Sabtu (21/5) sekitar pukul 17.00 WIB.

Sebagian masyarakat tetap memilih berladang di desa itu meskipun mereka telah diungsikan dan jalan masuk ke sana telah dipagari portal.

Berdasarkan keterangan warga Desa Gamber, terdapat sekitar 25 kepala keluarga yang nekat masuk kembali ke desa itu untuk bertani.

"Para korban sebelumnya telah mendapat kompensasi berupa uang jaminan hidup, sewa rumah, dan sewa lahan pertanian dari pemerintah agar tidak tinggal di Desa Gamber atau Relokasi Mandiri, tapi masyarakat membandel dan tetap melaksanakan aktivitas di desanya," jelas Rina.

Rina mendesak para warga yang menjadi pengungsi saat ini harus tetap berada di pengungsian. Dia juga meminta warga menjauh dari zona bahaya di radius 7 kilometer dari sebelumnya hanya 5 kilometer. "Keselamatan warga harus lebih diutamakan," ujar Rina.

Demikian pula Polres Karo, TNI, bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo terus mengimbau seluruh masyarakat yang tinggal di sekitar zona merah atau zona larangan untuk tidak melakukan aktivitas di sana. Warga pun tidak boleh masuk ke kawasan berbahaya itu.

Gunung Sinabung kembali memuntahkan awan panas sejauh 2.300 m ke arah timur tenggara. Awan panas yang terjadi pagi tadi pada pukul 08.30 WIB ini merupakan awan panas terjauh dalam sebulan ini.

Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Sinabung Minggu petang mencatat, kegempaan Sinabung masih terus terjadi, seperti gempa hybrid, guguran frekuensi rendah, dan gempa tremor yang terjadi terus menerus.

Dengan meningkatnya aktivitas gunung Sinabung, pihak PVMBG mengimbau warga agar tidak memasuki atau beraktivitas di zona bahaya Sinabung, guna menghindari terjadinya korban jiwa akibat awan panas Sinabung. Status gunung Sinabung sendiri masih berada di level tertinggi awas atau Level IV. (PS/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya