Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, memberlakukan aturan masuk sekolah seperti Program Gubernur Jawa Barat untuk jenjang SD, SMP, SMA dan SMK.
Kebijakan itu membuat banyak orangtua siswa mengeluh karena dinilai kurang tepat.
Yunyun, 44, warga Cihideung mengatakan, aturan pemberlakukan jam masuk sekolah SD, SMP, SMA dan SMK pukul 06.30 WIB di Kota Tasikmalaya menjadi beban. Beban mereka ialah berbagi waktu dan harus menyiapkan makan pagi.
"Kami memiliki 4 orang anak dan ketiganya sekolah berbeda dengan jarak cukup jauh. Adanya aturan itu menjadi beban bagi keluarga. Memang aturan tersebut bagus dilakukan untuk mendisplinkan anak bangun pagi, tapi untuk sekarang aturan itu kurang tepat diberlakukan. Lebih baik sekolah dimulai pukul 7.00 WIB," katanya, Rabu (30/7).
Sementara, orang tua lainnya, Nunung, 55, warga Salopa mengatakan, kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Jabar masuk sekolah pukul 06.30 WIB kurang tepat lantaran banyak sekolah lokasinya berjauhan. Dia meminta kebijakan tersebut dipertimbangkan kembali, karena sangat merepotkan orangtua.
"Kami harus mengantar anak ke SD, SMP dengan waktu pukul 06.30 WIB. Jarak dari rumah ke sekolah berjauhan. Keluarga kami tidak ada motor dan angkutan desa tidak melewati sekolah. Jika sekolah mulai pukul 07.00 WIB masih ada waktu untuk menyiapkan makanan bagi anak," tandasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Tedi Setiadi mengatakan, aturan masuk sekolah telah berjalan. Sejauh ini tidak menimbulkan hambatan yang berarti dalam pelaksanaannya.
"Aturan baru itu tidak menimbulkan efek negatif. Semua murid dari jenjang SD, SMP, SMA dan SMK menyesuaikan masuk sekolah. Kami berharap dengan aturan itu anak-anak bisa mendisplinkan diri dengan bangun pagi," paparnya.
Kota Baru Parahyangan dinilai berkomitmen dalam membangun kota mandiri, madani dan alami yang berkualitas serta berkelanjutan.
Banjir yang kerap melanda wilayah Karawang tidak lepas dari luapan Sungai Citarum dan Cibeet
Sepanjang 2025, Dishub mencatat ribuan titik PJU dan lampu penerangan jalan (PJL) telah diperbaiki dan dibangun
Program Bongkar Ratoon Tebu merupakan langkah strategis dari Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas tebu
Bentuk keseriusannya dilakukan Wali Kota Sukaumi Ayep Zaki dengan mendatangi Kementerian Perhubungan.
Untuk meringankan beban para korban banjir di Karawang, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Karawang menyalurkan ratusan paket bantuan
Program WTE di TPA Sarimukti yang berada di Kabupaten Bandung Barat digulirkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis sampah di kawasan Bandung Raya.
Workshop secara khusus membahas penyusunan dan peninjauan RPS yang berbasis dampak (impact-based curriculum) dalam kerangka kurikulum adaptif Telkom University.
Upaya menuju swasembada energi Indonesia masih jauh dari ideal.
Selain terus mendorong kemajuan di Bandung dan sekitarnya, kami juga harus mendukung kawasan industri Rebana yang dikembangkan pemerintah
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Dari 2.772 kios di pasar itu, masih tersisa 1.772 kios yang bertahan berjualan.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari kelurahan hingga RW.
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi harus bersinergi dan dimanfaatkan untuk bersama-sama mewujudkan kemakmuran masyarakat
Pendidikan karakter harus ditonjolkan, untuk membentuk budaya baik bagi generasi masa depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved