Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PETANI di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut mengeluhkan pupuk jenis urea dan ponska dijual tidak sesuai harga eceran tertinggi (HET). Akibatnya, petani kesulitan untuk mendapatkan harga yang lebih murah.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Petani Mandiri Indonesia (GPMI) Jawa Barat, Yuyun Suyud mengakui pada musim tanam petani menanam dengan motivasi meningkatkan produksi gabah. Karena, harga gabah yang diterima Bulog sangat menjanjikan sebesar Rp6.500 per kilogram.
"Kami sebagai petani mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh pemerintah terutama dalam meningkatkan ketahanan pangan termasuk kesejahteraan petani. Produksi gabah pada akan meningkat karena rata-rata panen per hektare mencapai 6,5 ton," katanya, Senin (14/4).
Dia menambahkan upaya pemerintah menaikan HET senilai Rp6.500 per kilogram dapat meningkatkan produksi beras, sehingga ketahanan pangan nasional terjaga. Petani dapat menjual ke Bulog sesuai harga dan tidak ada lagi gabah dijual rendah.
"Namun, petani mengeluhkan harga pupuk urea dan NPK phonska yang dijual di kios resmi yang di atas HET. Kios di wilayah Kabupaten Tasikmalaya menjual pupuk urea 50 kg Rp150 ribu dan pupuk NPK phonska Rp150 ribu hingga Rp175 ribu," ujarnya.
Menurutnya, kenaikan pupuk urea dan NPK phonska dengan harga tinggi itu bisa ditemukan di Kecamatan Sodonghilir, Bojonggambir dan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya. Biasanya urea 50 kg dijual Rp115 ribu.
Sementara di Kecamatan Pendeuy, Singajaya, Banjarwangi, dan Cihurip, Kabupaten Garut dijual dengan harga yang sama.
"Kami meminta pengawasan dilakukan Pupuk Indonesia di wilayah Priangan timur. Mereka harus turun ke lapangan, melihat langsung harga pupuk yang dijual lebih mahal," tambahnya.
Pemerintah Kota Bandung berupaya menggeser status kawasan Kebun Binatang Bandung dari konservasi menjadi ruang terbuka hijau tanpa fondasi hukum.
Kota Baru Parahyangan dinilai berkomitmen dalam membangun kota mandiri, madani dan alami yang berkualitas serta berkelanjutan.
Banjir yang kerap melanda wilayah Karawang tidak lepas dari luapan Sungai Citarum dan Cibeet
Sepanjang 2025, Dishub mencatat ribuan titik PJU dan lampu penerangan jalan (PJL) telah diperbaiki dan dibangun
Program Bongkar Ratoon Tebu merupakan langkah strategis dari Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas tebu
Bentuk keseriusannya dilakukan Wali Kota Sukaumi Ayep Zaki dengan mendatangi Kementerian Perhubungan.
Untuk meringankan beban para korban banjir di Karawang, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Karawang menyalurkan ratusan paket bantuan
Program WTE di TPA Sarimukti yang berada di Kabupaten Bandung Barat digulirkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis sampah di kawasan Bandung Raya.
Workshop secara khusus membahas penyusunan dan peninjauan RPS yang berbasis dampak (impact-based curriculum) dalam kerangka kurikulum adaptif Telkom University.
Upaya menuju swasembada energi Indonesia masih jauh dari ideal.
Selain terus mendorong kemajuan di Bandung dan sekitarnya, kami juga harus mendukung kawasan industri Rebana yang dikembangkan pemerintah
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Dari 2.772 kios di pasar itu, masih tersisa 1.772 kios yang bertahan berjualan.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari kelurahan hingga RW.
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi harus bersinergi dan dimanfaatkan untuk bersama-sama mewujudkan kemakmuran masyarakat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved