Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
KANTOR Kementerian Agama Kabupaten Ciamis berencana mewajibkan calon pengantin menyetorkan satu tunas kelapa atau kitri saat hendak menikah.
Kepala Kantor Urusan Agama Kabupaten Ciamis, Jamaludin Malik mengatakan, usulan itu datang dari Pemerintah Kabupaten Ciamis. Pihaknya sangat menyambut baik usulan itu.
"Usulan tersebut sangat positif dan bermanfaat. Kami menyambut baik dan sedang menyiapkan regulasinya. Saat ini, kami baru mengeluarkan imbauan, yang sifatnya belum mengikat," tambahnya, Jumat (12/7).
Baca juga : Pengelolaan Dana Kakao dan Kelapa ke BPDPKS Dinilai akan Ganggu Program Strategis Nasional Kelapa Sawit
Dia mengaku masih menunggu surat resmi dari Pemkab Ciamis. Saat ini, wacara tersebut terus disosialisasikan.
Kewajiban ini merupakan upaya membangkitkan potensi Ciamis yang di masa lalu memiliki pabrik minyak kelapa terbesar bernama Gwan Hien.
"Pabrik penghasil minyak kelapa di Ciamis dulu telah memasok ke berbagai daerah. Kantor Urusan Agama pada dasarnya siap melaksanakan, dan mendukung agar generasi milenial tahu bahwa Ciamis penghasil kelapa," lanjut Jamaludin.
Menurutnya, selain bibit kelapa, calon pengantin dapat menganti dengan bibit pohon bermanfaat seperti buah mangga, rambutan, durian dan lainnya. Bibit pohon akan ditampung di kantor urusan agama, dan sebulan sekali disebar ke desa untuk ditanam.
"Kebijakan calon pengantin menyetor 1 tunas kepala pernah diberlakukan pada masa Bupati Galuh RAA Kusumadingrat 1839-1886. Dia mewajibkan setiap rakyat Galuh yang akan menikah wajib menyerahkan dua tunas kelapa dan dua lembar tikar. Tunas kepala wajib ditanam dan dipelihara sampai tumbuh, sedangkan dua tikar diserahkan ke masjid," pungkasnya.
Pengalaman Ahmad ditempa dari level daerah hingga provinsi, membangun kedekatan kuat dengan struktur partai di akar rumput.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat, sedikitnya 10 rumah di dua kecamatan mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh aparatur pemerintah dari berbagai dinas dan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.
UPI mencatatkan pencapaian signifikan sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Akademik dengan jumlah peminat terbanyak di Indonesia, dengan total 53.311 calon mahasiswa.
Berbagai capaian indikator makro ekonomi menunjukkan tren positif yang signifikan sepanjang 2025
Tahun ini penerimaan pajak reklame ditargetkan sebesar Rp3,4 miliar. Hingga Triwulan I, realisasi penerimaannya sudah mencapai Rp1,5 miliar.
Jatah gas bersubsidi yang diterima sebanyak 529.416 tabung/bulan.
Website ISMN dirancang sebagai ruang bersama bagi para pengelola akun homeless media untuk memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan komunitas,
Anak usaha PT Pos Indonesia (Persero) itu mencatatkan capaian yang maksimal di aktivitas property leasing sepanjang dua bulan pertama tahun ini.
Kunjungan kerjanya ke wilayah bencana bukan sebagai komite tetapi sebagai orang yang peduli dengan warga yang terdampak bencana alam
Langkah cepat dan taktis ini diperlukan mengingat pentingnya penyelematan semua pihak terkait Bandung Zoo
Kebijakan itu merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat terkait upaya efisiensi penggunaan bahan bakar di tengah dampak konflik global.
Kedua kandidat itu ialah anggota DPR RI Daniel Mutaqien Syafiuddin dan anggota DPRD Jawa Barat Ahmad Hidayat, yang jug Ketua AMPI Jawa Barat.
Sang bocah, sehari-harinya memungut plastik dan sampah untuk menyambung kehidupannya.
Tekad itu diungkapkan KDM di depan Ketua DPRD Jabar Buky Wibawa dan Wakil ketua DPRD Jabar Ono Surono.
Berkaitan dengan potensi terjadinya kemarau, Asep menegaskan, BPBD masih menunggu informasi lebih lanjut dari BMKG serta BPBD Provinsi Jawa Barat.
ATAS nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar), Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya dokter muda karena tertular campak saat bertugas di Kabupaten Cianjur.
SISTEM kerja work from home (WFH) bagi kalangan aparatur sipil negara (ASN) sudah diterapkan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sejak dua bulan terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved