Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pemilik warung di Kampung Tajim, Desa Celak, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat diamankan polisi karena menjual Obat Keras Terbatas (OKT).
RJS (36) ditangkap pihak berwajib pada Sabtu (6/7) malam dengan barang bukti ribuan butir obat keras yang dijual dan diedarkan kepada warga di wilayah tersebut.
Kapolsek Gununghalu, AKP Maman Maulana Ismail mengatakan, pengungkapan kasus itu bermula saat kepolisian menerima laporan dari masyarakat kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan.
Baca juga : Raffi Ahmad akan Menggelar Festival UMKM Bandung Barat
"Kami pantau target sasaran di sekitar lokasi, namun saat kami datang, warung tersebut dalam keadaan tertutup," ungkap Maman saat dihubungi, Minggu (7/7).
Ketika akan meninggalkan target sasaran, pihaknya curiga dengan pengendara sepeda motor yang berhenti di dekat warung. Anggota polisi lantas menghampiri dia dan langsung menginterogasinya. Akhirnya terkuak jika RJS memang menjual obat-obatan terlarang.
"Kita masuk ke lorong bawah rumah dan ditemukan seorang laki-laki yang merupakan pelaku sedang duduk. Pelaku kita minta diam di tempat dan suruh membuka tas pinggangnya," katanya.
Baca juga : KOTA Baru Parahyangan Meluncurkan Hunian Perbukitan Pertama di Bandung Raya
Ia mengungkapkan, dari dalam tas pinggang milik RJS ditemukan ribuan butir obat-obatan terlarang. Ia kemudian dibawa ke kantor polisi untuk dilakukan pendalaman.
"RJS menyimpan satu bungkus plastik berisi 1.000 butir Eximer, 121 bungkus plastik berisi Eximer masing-masing 3 butir, dan 2 bungkus plastik berisi Eximer masing masing 2 butir. Selain itu, ditemukan juga 718 butir Tramadol," lanjut dia.
Setelah ditemukan barang bukti yang cukup, selanjutnya pelaku diserahkan ke Satnarkoba Polres Cimahi untuk dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. (DG)
Ketinggian air di Perumahan Bukit Cengkeh 1 dan 2 serta Perumahan Taman Duta mencapai 70-80 sentimeter hingga saat ini air belum surut.
Pengawasan dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat (Jabar). Namun demikian, kebun binatang tetap harus ditutup
Kenaikan bahan pokok mulai terjadi pada cabai merah, telur, bawang merah, bawang putih, daging ayam, daging sapi dan beras premium.
Akibat tawuran tersebut sebuah toko kelontong yang menjual bahan pangan dan kebutuhan pokok terbakar. Kebakaran diduga akibat tawuran antara warga yang terjadi di kawasan tersebut.
Pelaksanaan Salat Id lebih awal ini merujuk pada keputusan Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal jatuh pada 20 Maret 2026
SEORANG pemudik yang nekat berjalan kaki dari Bekasi menuju Surabaya ditemukan oleh personel kepolisian di wilayah Karawang setelah kehabisan biaya untuk melanjutkan perjalanan.
Konservasi tidak bisa hanya bicara satwa. Kalau masyarakat di sekitarnya tidak mendapatkan manfaat, maka konservasi akan selalu kalah,
SATUAN Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Garut menindak tegas sebuah unit ambulans yang kedapatan menyalahgunakan fungsinya di jalur mudik Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Sebanyak 19 fasilitas pengolahan sampah tetap dioperasikan hingga menjelang hari H Lebaran.
MEMASUKI puncak arus mudik, ribuan kendaraan memadati ruas Tol Cipali Subang, Jawa Barat.
Super Aplikasi Rumah Pendidikan disediakan Pusdatin Kemendikdasmen
DINAS Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat (Jabar) menerima aduan terkait masalah tunjangan hari raya (THR) Idulfitri 2026.
POLRES Sukabumi Kabupaten resmi menaikan status perkara kasus kematian anak Nizam Syafei ke tahap penyidikan.
MEMASUKI periode puncak arus mudik Lebaran 2026, PT KAI Logistik (Kalog) mencatatkan adanya peningkatan pengiriman hewan peliharaan melalui layanan ritel Kalog Express.
KONFLIK Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo yang belum juga usai, membuat operasional Bandung Zoo selama libur Lebaran tetap ditutup oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
KAI Commuter Bandung menyediakan total 1.254 perjalanan atau 57 perjalanan setiap hari.
Polres Cianjur berkeinginan membantu masyarakat yang rindu berkumpul bersama keluarga saat Idul fitri.
Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang diterima oleh jajaran Polresta Cirebon.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved