Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

32 WNI Telah Dipulangkan dari Iran, 13 di Antaranya Warga Jabar

Naviandri
13/3/2026 13:26
32 WNI Telah Dipulangkan dari Iran, 13 di Antaranya Warga Jabar
Ilustrasi(Antara)

DARI 32 orang warga negara Indonesia (WNI) yang telah dievakuasi dari Iran, sebanyak 13 orang di antaranya merupakan warga dari Provinsi Jawa Barat (Jabar). Pemulangan ini dilakukan akibat konflik antara Iran dan Israel-AS yang semakin meluas dan tentu membahayakan keselamatan termasuk buat WNI.

Kepala Bidang Penempatan Perluasan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Jabar, Hendra Kusuma Sumantri  kemarin menyebut, 32 WNI itu dievakuasi dalam dua kloter penerbangan. Kloter pertama tiba pada 10 Maret pukul 18.00 WIB, sementara kloter kedua tiba pada 11 Maret pukul 18.00 WIB lalu. 

Kloter pertama sebanyak 22 orang, di dalamnya ada 10 warga asal Jabar di kloter kedua sebanyak 10 orang, di antaranya tiga orang dari Jabar.

“Selain itu, terdapat dua orang WNI dari daerah lain yang meminta fasilitasi kepulangan dari pemerintah daerah, masing-masing berasal dari Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Adapun WNI yang berasal dari Jabar pulang ke daerahnya masing-masing secara mandiri setelah tiba di Indonesia,” terangnya.

Menurut Hendra, Disnakertrans Jabar saat ini masih menunggu data lebih rinci mengenai para WNI tersebut, apakah kepulangannya permanen atau sementara, latar belakang mereka apakah pekerja migran Indonesia (PMI) atau pelajar, serta daerah asal mereka di Jabar dari kabupaten dan kota mana.

"Kami juga masih menunggu detail apakah mereka yang pulang ini permanen atau sementara, kemudian apakah mereka PMI atau pelajar, serta berasal dari daerah mana saja di Jabar. Selain itu kami juga masih menunggu informasi kemungkinan adanya tambahan WNI yang akan dipulangkan pada tahap berikutnya,” tuturnya.

Seperti diketahui perang di Timur Tengah yang terjadi melibatkan tiga negara yaitu Amerika-Israel melawan Iran. Amerika dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah kota di Iran pada Sabtu (28/2). 

Serangan ini menyebakan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa petinggi militer Iran tewas.Atas serangan tersebut, Iran melakukan serangan balasan ke Israel dan sejumlah pangkalan militer dan asset AS yang berada di sejumlah negara Teluk, Bahrain, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

Setelah menyerang pangkalan militer AS di Arab Saudi, Iran memperluas serangan balasan dengan menargetkan fasilitas AS yang berada di Timur Tengah. Pemerintah Arab Saudi menyatakan pada Selasa (3/3) pagi Kedutaan Besar AS di Riyadh diserang dua drone, sehingga menyebabkan kebakaran terbatas dan kerusakan kecil. 

Sejumlah negara meminta warga mereka keluar dari Arab Saudi. Namun, hal itu tidak mudah dilakukan karena sebagian besar wilayah udara ditutup dan banyak terjebak. (AN/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner