Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

Harga Komoditas di Kuningan Naik, Cabai Rawit Merah Tembus Rp110 Ribu per Kilo

Nurul Hidayah    
25/2/2026 17:37
Harga Komoditas di Kuningan Naik, Cabai Rawit Merah Tembus Rp110 Ribu per Kilo
Pedagang sayuran di Pasar Kramat, Kota Cirebon (MI/Nurul Hidayah)

HARGA cabai dan bawang merah pekan ini tercatat mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Intervensi berupa gerakan pangan murah (GPM) pun dilakukan oleh Pemkab Kuningan, Jawa Barat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pasar Kepuh, Kecamatan/Kabupaten Kuningan, harga cabai merah kini sudah mencapai Rp35 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram tergantung jenis, padahal sebelumnya harga cabai merah hanya Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.

Kenaikan cukup tinggi terjadi pada komoditas cabai rawit merah yang kini harganya sudah mencapai Rp95 ribu hingga Rp110 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya cabai rawit merah hanya berkisar Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram. 

Selain cabai, komoditas yang juga mengalami kenaikan yaitu bawang merah yang kini dijual Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp40 ribu per kilogram.

“Untuk bawang putih masih stabil di harga Rp 40 ribu per kilogram,” tutur Neneng (44), seorang penjual sayuran di pasar Kepuh, Rabu (25/2). 

Dijelaskan Neneng, kenaikan harga cabai dan bawang merah kemungkinan dikarenakan hujan yang masih turun cukup deras sehingga membuat dua komoditass tersebut mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi.

“Baik cabai maupun sayuran sekarang tidak bisa bertahan lama. Disimpan di kulkas juga baunya tetap beda, sudah ga seger lagi,” tutur Neneng. 

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, menjelaskan bahwa mereka telah menggelar GPM sejak 23 Februari 2026 dan digelar bergilir di 15 kecamatan di Kabupaten Kuningan hingga 11 Maret 2026.

“Ramadan identik dengan peningkatan permintaan pangan,” tutur Wahyu.

Untuk itu, pemerintah hadir untuk melakukan intervensi pasar dengan terencana dan tidak mengganggu mekanisme pasar. 

Melalui GPM Wahyu berharap bisa menjadi instrument yang efektif untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

“Komoditas pangan di GPM dijual di bawah harga pasar,” tutur Wahyu.

Diantaranya  beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam ras, daging ayam, daging sapi, tepung terigu, cabai, bawang, serta sayuran segar.

Komoditas pangan yang dijual di GPM bisa lebih rendah daripada harga pasaran disebabkan harga itu ditekan melalui skema Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP).

Yaitu dukungan pembiayaan distribusi dari pemerintah kepada produsen maupun distributor agar rantai pasok lebih efisien dan harga tetap terjangkau.

“GPM digelar melalui mekanisme subsidi harga terbatas agar tetap menjaga keseimbangan distribusi serta keberlanjutan usaha pelaku pangan,” jelas Wahyu. (UL) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner