Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Menteri Transmigrasi dan ITB Dorong Riset Lapangan dan Beasiswa Patriot

Naviandri
23/2/2026 19:56
Menteri Transmigrasi dan ITB Dorong Riset Lapangan dan Beasiswa Patriot
Rektor ITB Prof Tatacipta Dirgantara dan Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengunjungi Pameran Program Ekspedisi Patriot di ITB(MI/NAVIANDRI)

DIREKTORAT Eksekutif Multi Kampus (DEMK) dan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) Institut Teknologi Bandung (ITB), menyelenggarakan Pameran Program Ekspedisi Patriot di ITB Kampus Ganesha, Bandung, Senin (23/2).

Pada pameran ini ditampilkan berbagai capaian positif berupa pemetaan potensi wilayah, solusi atas persoalan strategis, serta pengembangan produk unggulan dari kawasan transmigrasi di berbagai penjuru Indonesia.

Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan apresiasi terhadap komitmen dan kontribusi ITB dalam mendukung pengembangan kawasan transmigrasi melalui Program Transmigrasi Patriot.

Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan pameran yang dinilai mampu memperlihatkan secara nyata hasil kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah.

“Kami memberikan apresiasi bukan saja atas pelaksanaan Program Transmigrasi Patriot yang telah berjalan dengan sangat baik, tetapi juga atas inisiatif menyelenggarakan pameran. Ini menjadi bukti bahwa transmigrasi sudah berkembang sebagai program pembangunan kawasan yang berbasis riset, inovasi dan kolaborasi lintas sektor,” paparnya.

Rektor ITB, Prof Tatacipta Dirgantara, menyatakan bahwa Ekspedisi Patriot merupakan wujud nyata peran ITB sebagai universitas yang unggul dan berdampak. Inovasi yang berkelanjutan lahir dari perpaduan keunggulan akademik, empati sosial, serta keterlibatan langsung dengan masyarakat.

“Ekspedisi Patriot menunjukkan komitmen ITB untuk menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan nasional. Inovasi membutuhkan empati, dan solusi yang berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui kemitraan serta kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, Prof Lavi Rizki Zuhal, menambahkan bahwa program ini mendapatkan respons yang sangat positif dari sivitas akademika ITB. Lebih dari 700 dosen ITB terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari kolaborasi dengan Kementerian Transmigrasi sepanjang tahun ini.


Berlangsung 3,5 bulan


Di sisi lain, Koordinator Tim Ekspedisi Patriot ITB, Prof Sri Maryati,  menjelaskan bahwa program ini didukung oleh 57 dosen dari 12 fakultas/sekolah di ITB, serta 228 mahasiswa aktif dan alumni yang berkontribusi langsung di lapangan.

Selama kurang lebih 3,5 bulan (26 Agustus–9 Desember 2025), tim melaksanakan kegiatan di 29 kawasan Transmigrasi yang tersebar di 21 provinsi dan berbagai lokus, mulai dari Aceh hingga Papua. Sebaran lokasi mencakup Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua, mencerminkan cakupan nasional program ini.

"Di lapangan, tim melakukan pemetaan potensi dan kebutuhan wilayah melalui diskusi kelompok, observasi, serta wawancara mendalam," imbuhnya.

Menurut Sri, hasil kegiatan tersebut meliputi rekomendasi penguatan infrastruktur, pengembangan komoditas unggulan, serta penerapan teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan karakteristik lokal. Seluruh capaian ini divisualisasikan dalam pameran sebagai bentuk akuntabilitas sekaligus inspirasi bagi publik.

"Ke depan, sinergi positif antara ITB dan Kementerian Transmigrasi diharapkan terus berlanjut dan semakin diperkuat. Salah satunya melalui rencana peluncuran Program Beasiswa Patriot pada tahun 2026, yang mendorong mahasiswa untuk melakukan riset terapan sekaligus berkontribusi langsung di kawasan transmigrasi demi mendukung pembangunan yang mandiri, inklusif dan berkelanjutan," tandasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner