Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI tahun kedua kepemimpinan Muhammad Farhan sebagai Wali Kota Bandung, arah kebijakan bergeser pada penguatan dan perluasan dampak pembangunan.
Pada tahun pertama difokuskan pada pembenahan tata kelola, penguatan data kewilayahan, serta percepatan intervensi berbasis kebutuhan riil warga.
"Tahun pertama menjadi fase penataan fondasi pembangunan melalui visi Bandung Utama (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis). Kota Bandung terus bergerak, dari perencanaan menuju pelaksanaan, dari kebijakan menuju aksi nyata. Setiap langkah pembangunan kami dasarkan pada data, agar kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kondisi riil kota,” ungkap Farhan, Jumat (20/2).
Menurut dia, pada awal masa kepemimpinan, Kota Bandung dihadapkan pada sejumlah tantangan mendasar. Inflasi berada di angka 2,69 persen, lebih dari 18.000 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) dalam kondisi rusak, sekitar 112.000 warga menganggur serta 27,2 persen rumah tangga belum memiliki septic tank standar.
Belum lagi persoalan sampah dan sanitasi menjadi isu strategis yang menuntut penanganan sistematis dan berkelanjutan.
"Menjawab kondisi tersebut, Pemkot Bandung membangun fondasi kebijakan berbasis data melalui program Layanan Catatan Informasi RW (LACI RW). Survei menjangkau hampir 9.900 RT di seluruh kota, menjadikan RT dan RW sebagai sumber informasi utama. Data sosial, infrastruktur, lingkungan, hingga kerentanan warga dihimpun sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih presisi," jelasnya.
Kerangka pembangunan, tambah Farhan disusun berbasis data makro dan mikro, dengan lima indikator utama yakni sosial dan demografi, infrastruktur, lingkungan dan kesehatan, ekonomi, serta kelembagaan.
Dari sinilah pembangunan Kota Bandung dimulai: bukan dari asumsi, melainkan dari data yang jujur dan kenyataan yang dihadapi warga setiap hari.
Dia menambahkan, program Prakarsa Bandung Utama menjadi motor implementasi di tingkat kewilayahan. Pada 2025, program ini menjangkau 151 RW di 30 kecamatan dengan lebih dari 1.000 kegiatan dan realisasi anggaran mencapai 96 persen. Kini sebanyak 697 RW teridentifikasi aktif menjadi penggerak pembangunan lokal, diperkuat dengan aktivasi kembali siskamling sebagai simpul keamanan dan kepedulian sosial.
Tahun kedua
Memasuki tahun kedua kini fokus utama adalah memperluas dampak pembangunan melalui tiga pilar kebijakan. Satu tahun pertama adalah fase menata fondasi, dan satu tahun ke depan adalah fase penguatan dan perluasan dampak.
"Pilar pertama adalah pembangunan infrastruktur strategis dengan target 100 persen ODF dan akses air aman, zero slum area, reduksi titik genangan 40 persen, serta kemantapan jalan 95 persen. Infrastruktur juga dirancang sebagai stimulus ekonomi melalui skema padat karya dan penguatan rantai pasok lokal," tandasnya.
Pilar kedua adalah pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan kemandirian ekonomi dan menekan ketimpangan (gini ratio). Transformasi UMKM, penguatan ekosistem pariwisata, serta inklusivitas ekonomi menjadi strategi utama agar pertumbuhan ekonomi lebih merata dan berkelanjutan.
Sementara pilar ketiga berfokus pada ketenagakerjaan dan mobilitas sosial dengan target 5.000 sertifikasi kompetensi per tahun, tingkat penyerapan 92 persen, serta perlindungan 100 persen bagi pekerja rentan. Ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif diyakini mampu mempercepat mobilitas sosial vertikal warga Bandung.
“Satu tahun pertama adalah fase menata fondasi, dan satu tahun ke depan adalah fase penguatan dan perluasan dampak. Tahun kedua kepemimpinan Bandung Utama kini diarahkan bukan hanya menjaga capaian, tetapi memastikan dampak pembangunan semakin terasa hingga tingkat RT dan RW," sambungnya.
Perjalanan program yang sudah memasuki usia satu dekade ini menunjukkan peningkatan animo masyarakat yang luar biasa dari tahun ke tahun.
Pemberian kompensasi dilaksanakan guna memastikan kelancaran arus lalu lintas di jalur nasional dan provinsi
Kegiatan berbagi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan antarumat beragama di bulan suci Ramadan.
Acara digagas sebagai inisiatif strategis Speed Jersey dalam membangun ekosistem gaya hidup sehat yang bermakna bagi komunitas selama Ramadan.
Kegiatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan organisasi yang telah memasuki lima tahun kepemimpinan Ketua PW IPHI Jawa Barat Dr H Ijang Faisal
Konsep "Matic" yang diusung mengedepankan pendekatan olahraga yang inklusif dan santai, sehingga dapat dinikmati oleh pemula hingga pemain berpengalaman.
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan kategori rendah hingga menengah berpotensi turun di Jawa Barat pada periode Idulfitri 2026.
CIPS bertujuan memberikan analisis dan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan mengenai perkembangan ekonomi gig
Berbagai komoditas bahan pokok disiapkan untuk kebutuhan masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Transfer dana THR dari pemerintah pusat sudah masuk ke rekening kas umum daerah (RKUD).
Sampah organik rumah tangga didominasi oleh sampah dapur dan sisa makanan saat berbuka puasa maupun sahur
Program ini diperuntukkan bagi pelaku UMKM yang ingin menjadi mitra program tersebut.
Program yang digagas oleh Punya Skill Akademi bersama Minds United Community dan Creative Center ini melibatkan puluhan relawan
Jalur KA Daop 2 Bandung miliki 55 titik rawan bencana tertinggi. KAI siagakan 150 petugas tambahan dan AMUS untuk amankan arus mudik Lebaran 2026. Cek detailnya!
Regenerative Medicine ialah pelayanan yang melibatkan berbagai disiplin ilmu yang bertujuan untuk memperbaiki, mengganti dan meregenerasi sel, jaringan dan organ tubuh
Pemprov Jabar resmi menyalurkan dana kompensasi bagi ribuan sopir angkutan kota (angkot) yang terdampak pembatasan operasional selama arus mudik dan libur Lebaran 2026.
Satlantas Polres Cianjur petakan titik macet Mudik 2026 di Cipeuyeum, Ciranjang, hingga Puncak. Simak daftar jalur alternatif via Jonggol di sini.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) mulai mencairkan uang kompensasi bagi sekitar 3000 ribu supir angkot, becak dan andong yang totalnya mencapai Rp6,9 miliar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved